Ali BD : Wisata Syariah Itu Haram Hukumnya

Ali BD : Wisata Syariah Itu Haram Hukumnya
Foto: Dialog Kebudayaan dan Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Ali Dachlan Center (IDC) di aula Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTB di Kota Mataram Kamis (25/01)

Mataram,-Calon Gubernur NTB yang maju secara perorangan atau independen Ali Bin Dachlan kembali melontarkan bahasa yang nyentrik. Kali ini pernyataannya sedikit menyinggung soal wisata halal atau wisata syariah yang selama ini menjadi ikon Nusa Tenggara Barat di bawah kepemimpinan TGH. M. Zainul Majdi selama 10 tahun belakangan untuk menarik para wisatawan dalam dan luar negri, menurutnya wisata halal yang menjadi program gubernur sekarang adalah haram.

“Wisata itu kalau menurut syariah haram hukumnya karena anda berfoya-foya, membuang-buang uang kan, mubazir, alquran kan”, ucapnya santai usai menjadi keynot speaker pada dialog Kebudayaan dan Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Ali Dachlan Center (IDC) di aula Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTB di Kota Mataram Kamis (25/01) siang.

Ia menambahkan, wisata syariah tidak pernah dilakukan oleh nabi Muhammad SAW, sahabat nabi juga katanya belum pernah bahkan pahlawan nasional yang yang berasal dari NTB yang ditetapkan oleh pemerintah RI pada 10 November 2017 lalu Tuan Guru Muhammad Zainudin Abdul Majdi juga tidak pernah berpariwisata.

“Mungkin istilahnya yah, Bangun saja pariwisata ga usah ada predikat-predikat syariah segala, ndak usah ada embel-embel nanti ndak berani turis yang tidak beragama islam kalau ada maksud itu yah, dong kita rugi”, sentilnya santai.

Selain menyinggung program kerja yang selama ini yang dilakukan oleh TGB, Ia juga memprotes warga Monjok-Karang Taliwang yang kerap konflik di kota Mataram selama ini. (ibl)