Alasan Covid-19, Pelajar Pengancam Polisi Di Dompu Hari Ini Bebas

Alasan Covid-19, Pelajar Pengancam Polisi Di Dompu Hari Ini BebasReviewed by adminon.This Is Article AboutAlasan Covid-19, Pelajar Pengancam Polisi Di Dompu Hari Ini BebasDompu (detikntbcom),- Pelajar asal Hu’u Kabupaten Dompu diduga pengancam polisi lewat media sosial facebook bernama akun Muma Klr yang viral beberapa hari yang lalu bakal dibebaskan hari ini, Rabu (27/5). “Firdaus (Muma Klr) akan dibebaskan hari ini dan diserahkan kepada orang tuanya, karena bersangkutan di bawah umur dan juga karena Covid-19. Wajib lapor,” terang Kasat […]
Kasat Reskrim Polres Dompu, IPTU Ivan Ronald Cristofel, S.T.K (kanan) bersama Kuasa Hukum Firdaus alias Muma Klr, Apryadin SH (kanan) dan kliennya Firdaus terduga pengancaman terhadap institusi kepolisian (tengah) di ruangan Kasat Reskrim Polres Dompu (Dok. Istimewa)

Dompu (detikntbcom),- Pelajar asal Hu’u Kabupaten Dompu diduga pengancam polisi lewat media sosial facebook bernama akun Muma Klr yang viral beberapa hari yang lalu bakal dibebaskan hari ini, Rabu (27/5).

“Firdaus (Muma Klr) akan dibebaskan hari ini dan diserahkan kepada orang tuanya, karena bersangkutan di bawah umur dan juga karena Covid-19. Wajib lapor,” terang Kasat Reskrim Polres Dompu, IPTU Ivan Ronald Cristofel, S.T.K dikonfirmasi siang ini.

Dijelaskan Ivan, kasus yang menjerat yang bersangkutan dijerat dengan dua pasal yakni UU ITE dan pasal penganiyaan. “Sebelum memposting ancaman kepada institusi kepolisian, pada tanggal 22 Mei yang bersangkutan juga melakukan penganiayaan bersama gengnya kepada salah seorang warga,” jelasnya.

Sebelum dibebaskan katanya, yang bersangkutan sekarang sedang diperiksa di Polsek Hu’u berkaitan dengan penganiayaan yang dilakukannya sebelum diserahkan kepada orang tuanya dan dibuatkan berita acara pelepasan.

Di tempat yang sama, kuasa hukum Firdaus alias Muma Klr, Apryadin, SH dari kantor Pengacara Rusdiansyah SH,MH., & Partners yang sebelumnya tidak bisa menemui kliennya di Polres Dompu menjelaskan, hal itu hanya mis-komunikasi antara penyidik dengan pihaknya.

“Alhamdulillah sudah selesai dan kami akan membawa pulang anak ini. Sekarang sedang menunggu orang tuanya untuk menjemput,” jelas Apriyadin juga diakui Kasat Reskrim bersama dirinya di dalam ruangan Kasat dengan Firdaus.

Masih di tempat yang sama, berkaitan dengan muka memar yang dialami oleh Firdaus alias Muma Klr itu, Firdaus membantah bahwa dirinya dianiya saat akan ditangkap.

“Saya bukan dianiaya tapi kena paku saat akan melarikan diri,” bantah Firdaus via telfon. (Iba)