AJI Mataram Harap Kapolda Jalankan MoU dengan Jurnalis

AJI Mataram Harap Kapolda Jalankan MoU dengan Jurnalis
Foto: Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram Sirtupillaili saat orasi

Mataram (DetikNTB.com),- Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Mataram menyesalkan tindakan para pihak (Amiruddin/pelapor dan Imam Ahmad Gibran/terlapor jurnalis) melaporkan produk jurnalistik ke ranah pidana.

Menurut Ketua AJI Mataram, Sirtupillaili kemarin, jika masyarakat keberatan dengan produk jurnalis yang dihasilkan dapat menggunakan hak jawabnya.

“Bila masuk ranah sengketa, sebaiknya diselesaikan melalui mekanisme di Dewan Pers, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” saran Sirtu sapaan wartawan harian Lombok Post ini.

Dalam kasus laporan pelapor yang punya akun Facebook Amir Mbojo melaporkan Imam Ahmad Gibran wartawan media Garda Asakota kemarin di Polres Bima Kota, AJI Mataram mengharapkan Kapolda NTB melaksanakan kesepakatan yang  diteken bersama.

“Antara jurnalis NTB dengan Kapolda NTB terkait komitmen (MoU) menyerahkan sengketa pers ke Dewan Pers,” sarannya.

Di samping itu, AJI Mataram juga mengingatkan kepada jurnalis untuk selalu bersikap profesional, independen dan mengedepankan kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.

Untuk diketahui, Amiruddin adalah kader partai PPP Kota Bima mantan Caleg yang gagal dilantik menjadi anggota DPRD Kota Bima melaporkan produk jurnalistik wartawan media Garda Asakota kemarin di Polres Bima Kota dengan nomor STTLP/K/697/X/2019/NTB/Res Bima Kota tertanggal 14 Oktober 2019. (Iba)