Ahyar anggap manuver Fauzan ‘berburu’ restu Ketum Golkar hanya skenario

Ahyar anggap manuver Fauzan ‘berburu’ restu Ketum Golkar hanya skenarioReviewed by adminon.This Is Article AboutAhyar anggap manuver Fauzan ‘berburu’ restu Ketum Golkar hanya skenarioMataram (Detikntbcom),- Kandidat ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Tingkat I Partai Golongan Karya Nusa Tenggara Barat (DPD I Partai Golkar NTB) TGH Ahyar Abduh angkat bicara soal informasi Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid berkeinginan untuk maju merebut DPD I. Bahkan hari ini informasinya, Fauzan, menurut sumber Detikntbcom yang tidak mau disebutkan namanya bakal ketemu dengan […]
Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh bersalaman dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, beberapa waktu lalu (Dok. Istimewa)

Mataram (Detikntbcom),- Kandidat ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Tingkat I Partai Golongan Karya Nusa Tenggara Barat (DPD I Partai Golkar NTB) TGH Ahyar Abduh angkat bicara soal informasi Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid berkeinginan untuk maju merebut DPD I.

Bahkan hari ini informasinya, Fauzan, menurut sumber Detikntbcom yang tidak mau disebutkan namanya bakal ketemu dengan ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto di kantor DPP di Jakarta yang rencananya difasilitasi sejumlah pengurus DPP Golkar.

Baca juga: Ahyar melemah, diam-diam Fauzan Khalid ‘berburu’ restu Ketua Umum Golkar

Walikota Mataram dua periode ini menanggapi isu tersebut hanya sebuah wacana serta skenario orang-orang tertentu pasca tidak terjadinya Musda yang seyogyanya dilangsungkan pada tanggal 22 Juli 2020 kemarin meskipun pihaknya belum mengetahui wacana pertemuan Fauzan Khalid dengan Ketua Umum Golkar tersebut.

Sehingga ada orang orang berekspresi berinisiatif bermanuver mencari figur-figur alternatif atau orang-orang tertentu memanfaatkan peluang dengan situasi Golkar NTB seperti ini.

“Dalam politik boleh-boleh saja. Tapi saya sebagai kader Golkar yang dibesarkan dan membesarkan Golkar tentu Golkar tidak akan asal ambil orang untuk jadi ketua,” tepis kandidat ketua DPD I Golkar NTB ini, Jumat (24/7) dikonfirmasi via pesan singkat di Mataram.

Pihaknya menilai, DPP Golkar tidak akan memberikan rekomendasi kepada orang-orang yang tidak pernah berkonstribusi dan membesarkan partai Golkar NTB. “Saya meyakini itu,” ujar mantan Calon Gubernur 2018-2023 ini.

Diketahui sebelumnya, bahwa kandidat yang paling banyak dibicarakan di kalangan elit yang layak menduduki ketua DPD I adalah Bupati Lombok Tengah Suhaili FT juga ketua DPD I Golkar NTB dan Walikota Mataram Ahyar Abduh.

Diketahui, sudah beberapa kali dilakukan penundaan Musda yang seyogyanya akan dilangsungkan awal tahun namun lagi-lagi ditunda. Kemudian terakhir rencana dilangsungkan pada tanggal 22 Juli kemarin. Namun menurut Sari Yuliati dikonfirmasi baru-baru ini bahwa tanggal 22 tersebut merupakan usulan DPD I tapi belum terjadwal oleh DPP.

Kepada siapa tongkat berlian DPD I Golkar NTB tersebut akan berlabuh, kita tunggu saja. (Iba)