Abuya Dan Kisah Kota Atlantis Yang Hilang

Abuya Dan Kisah Kota Atlantis Yang Hilang
Foto : Muhammad Isnaini AR Direktur Eksekutif Independent Democracy Policy (INDeP)

Oleh : Muhammad Isnaini AR

“Penulis tidak sedang mengatakan bahwa spekulasi kuatnya Elektabilitas Abuya hanya lelucon politik elektabilitas di era Demokrasi”

Dalam 2 (Dua) Bukunya “Timaeus dan Kritias” Plato bercerita tentang keindahan serta modernnya Kota Atlantis dengan Ribuan Pasukan disertai perlengkapan perang sungguh sangat canggih yang siap menyerang Yunani. Namun dalam satu hari, kota tersebut diterjang bencana besar sehingga hilanglah kota penuh keindahan dan megah, didalamnya menyimpan kekayaan yang berlimpah.

Cerita tentang keindahan kota atlantis dibenarkan oleh Socrates murid dari Plato. Itulah, sebab musabab para ilmuwan menjadikan cerita Atlantik yang hilang bukanlah karangan semata. Sampai sekarang, spekulasi tentang Kota Atlantis yang hilang melahirkan banyak sekali kisah spekulan tentang keberadaannya. Begitu banyak fersi terkait kota tersebut, ada yang bilang di Spanyol, Florida, norwegia, Indonesia dan lain-lain. Ketika ada pengklaiman telah di temukan Kota Atlantis oleh Ilmuwan yang satu maka ilmuwan yang lainnya menantang penemu untuk membuka paper temuan untuk di uji. Begitu seterusnya, sampai sekarang tidak ada kejelasan keberadaan Kota Nan Megah, Indah, Kaya penuh Harta tersebut.

Dalam beberapa sumber yang bisa kita rangkum dalam internet yang ditulis oleh para blogger, bahwa para ahli mengatakan Plato sedang menulis kisah masa lalu. Sebagai kisah-kisah tentang Perang Troya atau Invasi Athena ke sisilia. Mereka juga (para blogger) menjelaskan, kisah Kota Atlantis hanya lelucon semata. Plato membuat kisah Atlantis hanya sebagai Mitos untuk mengilustrasikan tentang teori politik. Lebih lanjut, Kisah Kota Atlantik muncul kembali di era modern tidak pernah menjadi pembicaraan diabad pertengahan.

Penelitian tentang Kota Atlantis tidak pernah berujung. Puluhan bahkan ratusan ilmuwan melibatkan diri untuk meneliti Atlantis. Keindahan Kota Atlantis yang hilang, membuat hampir sebagian besar warga dunia mengirim imajiner terindah bagaimana modernnya Kota Kuno Atlantis.

Jika kita tarik ke cerita rakyat bima, kisah Kota Atlantis untuk sementara dapatlah dikatakan (sampai benar-benar terbukti entah sampai kapan waktunya) sebagai “Mpama” pengantar tidur bagi anak-anak Bima.

“Mpama” tentu sangat familiar di telinga dan ingatan masyarakat Bima. Begitupun kisah tentang Elektabilitas Politik Abuya. Jika kita mendengar, seolah Abuya semacam raksasa Politik di Bima ini, tentu diikuti pula dengan ceritra turunannya bahwa Abuya begitu di cintai oleh Masyarakat Bima. Maka tak heran, setiap memasuki momentum politik Pilkada, nama Abuya selalu muncul dan digadang sebagai figur untuk melawan Petahana.

Munculnya cerita ini oleh sebagian kecil masyarakat di tengah-tengah masyarakat Bima tentu berbanding terbalik dengan kenyataan politik yang terjadi. Di era rezim pemilihan terbuka, nyatanya selama ini Abuya tetap kalah jika ada dalam bagian peserta pilkada.

Abuya, menjadi Legenda kandidat Pilkada Kabupaten Bima. Pilkada Mendekat, maka nama Abuya akan muncul. Sebagaimana munculnya Nama Abuya yang di munculkan oleh sebagian orang pasca beliau menang untuk Anggota DPR RI 2019-2024.

Benarkah Elektabilias Abuya sebesar cerita sebagian kecil masyarakat Bima.? Benarkah Abuya Memiliki Elektabilitas yang tinggi atau hanyalah sekedar Popularitas.? Tentu jawabannya akan terjawab oleh realitas politik yang terbaca, terlihat dan yang terjadi. Pertanyaan ini juga bisa dijadikan sebagai gambaran untuk Loyalis Abuya yang menginginkan Abuya maju dalam Pilkada 2020 (walau sebagai Anggota DPR RI 2019-2024 Terpilih belum di lantik). Sehingga, nantinya Abuya sudah meninggalkan jabatan DPR RI malah kalah dalam pilkada tidak terjadi.

Penulis tidak sedang menyamakan cerita Elektabilitas Abuya dengan cerita Indah dan kayanya Kota Atlantis yang hilang (walau mungkin akan terjadi dalam pikiran sebagian pembaca menyamakan). Hanya dalam diri penulis ingin mengajak masyarakat Bima untuk sejenak berpikir jernih tentang benarkah Kota Atlantis yang hilang itu benar-benar ada ataukah hanyalah lelucon Plato dan muridnya Socrates.! Dan juga berpikir benarkah Elektabilitas Abuya di Pilkada 2020 ini mampu menyaingi Elektabilitas IDP yang oleh sebagian besar Masyarakat Bima menilai “Masih Belum Terkalahkan”.