80 Orang CPNS K2 Dompu Diduga Kuat Palsukan Dokumen

80 Orang CPNS K2 Dompu Diduga Kuat Palsukan DokumenReviewed by adminon.This Is Article About80 Orang CPNS K2 Dompu Diduga Kuat Palsukan DokumenDOMPU – Kasus hukum dugaan tindak pidana korupsi pada proses penjaringan CPNS K2 Dompu belum ada titik terang. Polda Ntb dan Kejaksaan Tinggi NTB, sejauh ini masih mengumpulkan bukti-bukti untuk segera mengungkap kasus yang telah menyeret orang nomor 1 di Kabupaten Dompu ini. Di lain pihak, Koordinator Advokasi Hukum Lembaga Masyrakat Sipil Daerah (Lamsida), Suryadin mengaku […]

DOMPU – Kasus hukum dugaan tindak pidana korupsi pada proses penjaringan CPNS K2 Dompu belum ada titik terang. Polda Ntb dan Kejaksaan Tinggi NTB, sejauh ini masih mengumpulkan bukti-bukti untuk segera mengungkap kasus yang telah menyeret orang nomor 1 di Kabupaten Dompu ini.

Di lain pihak, Koordinator Advokasi Hukum Lembaga Masyrakat Sipil Daerah (Lamsida), Suryadin mengaku telah memiliki sejumlah bukti terkait Dugaan pemalsuan dokumen dalam proses penjaringan CPNS THK2 Dompu.

Dari hasil investigasi yang dilakukannya selama ini, Suryadin mencatat ada sekitar 80 orang CPNS K2 terindikasi melakukan pemalsuan dokumen.

“Semua bukti-bukti indikasi pemalsuan sudah kami kumpulkan” ungkap Suryadin saat ditemui detikntb.com di sekretariat Lamsida, Jalan Ahmad Yani Dompu, Jumat 22/11 2017.

Baca Juga : Polri Akan Undang KPK Supervisi Kasus K2 Dompu

Suryadin menjelaskan, bukti-bukti yang berhasil dihimpun antara lain, pernyataan kepala sekolah, pernyataan mantan kepala dinas, pernyataan dn kesaksian tenaga honorer di masing-masing lembaga, tempat 80 orang CPNS K2 bernaung.

“Mereka sudah mengaku dan membuat pernyataan diatas materei” kata Suryadin

Selain yang 80 orang itu, lanjut Suryadin, pihaknya akan terus melakukan investigasi, sebab tidak tertutup kemungkinan masih banyak yang terindikasi melakukan pemalsuan dokumen.

Kasus K2 Dompu sudah bergulir sekian lama, namun belum ada kepastian hukum. Dengan adanya temuan baru ini, Suryadin berharap bisa membantu Aparat Penegak Hukum agar kasus tersebut segera terungkap.

“Dalam waktu dekat kami akan melaporkan temuan baru ini kepihak Berwajib agar cepat diproses”. pungkasnya.(46)