4 dari 6 Raperda Prakarsa Gubernur Disetujui DPRD NTB, 2 Lainnya Ditunda

4 dari 6 Raperda Prakarsa Gubernur Disetujui DPRD NTB, 2 Lainnya Ditunda
Foto: Suasana rapat paripurna DPRD NTB, Kamis (30/05) malam

Mataram (DetikNTB.com),- Rapat paripurna DPDRD NTB kembali digelar Kamis (30/5) malam setelah sebelumnya ditunda pada pagi hari harinya disebabkan sejumlah pertimbangan.

Rapat paripurna kali ini yakni penyampaian laporan pansus-pansus atas hasil pembahasannya terhadap enam (6) buah Raperda Parakarsa Gubernur NTB.

Di dalam rapat tersebut lahir keputusan DPRD NTB tentang persetujuan Dewan terhadap enam (6) Raperda Prakarsa Gubernur NTB.

Namun, dari enam Raperda yang diajukan Eksekutif ke DPRD NTB, hanya empat yang disetujui sedangkan dua lainnya belum disetujui untuk dilanjutkan pembahasannya.

Saat membacakan hasil paripurna, Ketua DPRD setempat Hj. Baiq Isvie Rupaeda mengungkapkan, khusus dua raperda yang belum disetujui pembahasannya, hal itu karena pansus menemukan sejumlah fakta-fakta dan pertimbangan logis, sehingga belum bisa disahkan.

“Misalnya, Raperda perubahan atas perda Nomor 11 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah NTB, justru ditunda karena saran dari Kementerian Dalam Negeri, yakni terkait aturannya yang belum ada,” tutur Isvie saat membacakan Kesimpulan Pansus DPRD NTB.

Untuk diketahui, adapun empat ranperda yang disetujui pada paripurna yang dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah ini.

Diantaranya, Raperda pengelolaan mineral pertambangan dan batubara, Raperda Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah (LLPAD).

Selanjutnya, raperda Perubahan atas Perda Nomor 10 tahun 2016 tentang Penggabungan dan Perubahan Bentuk Badan Hukum Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat NTB menjadi Perseroan Terbatas Bank Perkreditan Rakyat NTB. Dan, raperda pembubaran PT Daerah Maju Bersaing (DMB).

Sedangkan, Raperda Percepatan Pembangunan dan Pemeliharaan Infrastruktur Jalan Provinsi NTB dengan Pembiayaan Tahun Jamak, diberi perpanjangn waktu untuk di paripurnakan pada Selasa mendatang.

Sekedar informasi, dari hasil pemantauan pada sidang kali ini nampak sejumlah legislator melakukan interupsi. Diawali oleh Burhanuddin Jafar Salam, tak lama dilanjut oleh Ruslan Turmudzi dan anggota lainnya.

Fokus mereka adalah terkait soal Raperda Percepatan Pembangunan dan Pemeliharaan Infrastruktur Jalan Provinsi NTB dengan Pembiayaan Tahun Jamak.

Tak lama berselang usai melakukan interupsi, Pimpinan Sidang memberikan skor beberapa saat untuk bersmusyawarah. Sehingga timbulah perpanjangan waktu.

Rapat Paripurna DPRD NTB dimulai sekitar pukul 21.00 dan berakhir pada pukul 00.37 dini hari. (Iba)