20 TON Bibit Jagung Gempita Oplosan, Razikin: Saya Yakin Ada Kongkalikong

20 TON Bibit Jagung Gempita Oplosan, Razikin: Saya Yakin Ada Kongkalikong
Foto : Razikin Juraid, Koordinator Nasional Gerakan Pemuda Tani Indonesia (GEMPITA)

Dompu-Niat baik Kementerian Pertanian (Kementan) melalui program Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) untuk menjadikan Kabupaten Dompu sebagai daerah swasembada jagung sepertinya harus terkubur. Pasalnya, belum lama ini ditemukan sekitar 20 ton bibit jagung yang diduga bibit oplosan. Belum lagi, adanya dugaan kuat permainan oknum-oknum tertentu mulai dari pengadaan bibit sampai pada pendistribusiannya.

Koordinator Nasional Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita), Razikin Juraid mengatakan sikap Gempita sangat tegas, semua temuan yang merugikan petani harus diusut tuntas.

“Saya yakin di sana ada kongkalikong pihak dinas dengan penyedia. Dan permainan ini kelihatannya sudah berlangsung lama” ungkap Razikin saat dihubungi detikNTB via telpon seluler, rabu (20/12).

Baca : 20 TON Bibit Jagung Gempita Diduga Oplosan

Ia menjelaskan, proses pengadaan bibit jagung pada program Gempita di Kabupaten Dompu merupakan kewenangan Dinas Pertanian Provinsi NTB. “Kalau itu bukan kewenangan kami, dan itu tidak terkait dengan gempita” tambahnya.

Terkait biaya operasional yang dijadikan sebagai alasan untuk menjual bibit jagung bantuan, Razikin menegaskan di Gempita tidak dikenal ada istilah biaya operasional, karena yang direkrut masuk ke gempita adalah anak-anak muda yang mau bertani. Jadi operasionalnya masing-masing bekorban.

“Operasional itu bukan seperti gaji, tidak seperti itu. Karena petani masing-masing bergerak” terangnya.

Setelah pihaknya mendapatkan laporan tentang adanya penjualan bibit bantuan yang dilakukan oleh oknum koordinator gempita dompu untuk keperluan biaya operasional, Razikin langsung mengambil langkah tegas yakni memecatnya “sejak kemarin sudah dipecat, dan kami akan serahkan untuk diproses secara hukum” tuturnya

Sementara itu, terkait temuan bibit jagung oplosan 20 ton itu, Razikin akan mendalami terlebih dahulu. Karena menurutnya, bantuan itu diperuntukkan kelompok tani reguler di luar kontrol Gempita. (51)