Perhelatan MotoGP, manfaatnya harus terasa bagi masyarakat NTB

Perhelatan MotoGP, manfaatnya harus terasa bagi masyarakat NTBReviewed by adminon.This Is Article AboutPerhelatan MotoGP, manfaatnya harus terasa bagi masyarakat NTBLombok Tengah (Detikntbcom),- Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika dalam pengembangannya harus memberikan manfaat yang konkrit dan dampak yang positif bagi masyarakat NTB. Hal tersebut ditegaskan Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Odo R.M. Manuhutu dalam Rakor Kementerian/ Lembaga/ Dunia Usaha dan pemerintah daerah dalam percepatan pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Mandalika di Kuta, Kamis […]
Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah

Lombok Tengah (Detikntbcom),- Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika dalam pengembangannya harus memberikan manfaat yang konkrit dan dampak yang positif bagi masyarakat NTB. Hal tersebut ditegaskan Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Odo R.M. Manuhutu dalam Rakor Kementerian/ Lembaga/ Dunia Usaha dan pemerintah daerah dalam percepatan pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Mandalika di Kuta, Kamis (22/10/2020).

Menurut Odo sapaan akrabnya, sebagai destinasi pariwisata super prioritas, akan lebih mudah mempromosikan Mandalika terlebih dengan adanya perhelatan MotoGP pada Oktober 2021. Namun demikian, fokus pengembangan pada persiapan perhelatan MotoGP harus tetap menjaga keseimbangan kebutuhan dasar masyarakat.

“Perhelatan MotoGP di Mandalika ini sudah menciptakan demand tersendiri bagi pasar pariwisata. Memanfaatkan kesempatan emas ini untuk pariwisata NTB menjadi tantangan”, ujar Odo.

Lebih lanjut, Odo menegaskan, persiapan penyelenggaraan MotoGP harus lebih baik dari Malaysia dan Thailand termasuk dalam hal akomodasi, amenitas maupun aksesibilitas. Misalnya, kebutuhan air bersih, menurut riset, kawasan wisata membutuhkan sepuluh persen lebih banyak dari lingkungan sekitar. Begitupula dengan sarana hunian pariwisata yang dikelola warga masyarakat, pengendalian sampah, banjir, basic sanity sampai dengan sumber daya manusia.

Ia mengatakan, sumber daya manusia pariwisata khususnya lokal tidak hanya berkualitas dalam keterampilan tertentu namun dapat menguasai beberapa keahlian (multitasking) agar dapat meningkatkan produktifitas untuk penghasilan yang lebih besar. Manuhutu menekankan, tenaga kerja lokal bukanlah buruh murah tapi tenaga kerja berkualitas sehingga berhak mendapatkan penghasilan tinggi. Dampak ekonomi lainnya misalnya pola yacht atau phinisi di Teluk Awang dan Gili Mas akan lebih bernilai ekonomi ketimbang pola cruise atau kapal pesiar yang kurang memberikan devisa bagi daerah. Hal ini karena kebutuhan perjalanan berikut pajak dibayarkan pada negara asal kapal pesiar.

Untuk hunian homestay yang dikelola masyarakat selain berkontribusi untuk ketersediaan okupansi tapi juga harus terdata jelas agar siap dan mudah mengendalikan harga. Usulannya adalah dengan menggunakan aplikasi hunian dan terdaftar berikut harga dan fasilitas. Hal lain adalah pembangunan fasilitas kesehatan dan pasar ikan tradisional yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Terkait isu tanah, Dirjen menyarankan agar proses penyelesaian berintegritas dan tidak merugikan masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah meminta ITDC sebagai stakeholder utama untuk memperhatikan checklist yang dipaparkan Dirjen terutama yang berkaitan dengan sumber daya manusia dan pengembangan kawasan. Khusus persiapan MotoGP, Gubernur meminta ITDC segera membuat rundown kerja dan pembagian tugasnya sampai dengan hari H perhelatan MotoGP.

“Semoga apa yang kita inginkan bisa terlaksana tahun depan. Pengembangan super priority destination Mandalika sudah on the right track. Khusus persiapan MotoGP, ITDC segera membuatkan agenda kerja apa yang harus dikerjakan oleh Pemda dan stakeholder lain agar bisa menghasilkan sesuatu yang produktif, bahkan untuk hal hal kecil. Jangan sampai nanti tenaga yang membantu pembalap yang terjatuh di lintasan malah orang Thailand atau Malaysia “, ujar Gubernur. Ia juga mengingatkan, event turunan yang kreatif menjelang event besar MotoGP mulai direncanakan.

Dukungan kebijakan oleh pemerintah daerah sebagai kawasan strategis, menekankan Mandalika yang masuk dalam Geopark Rinjani meliputi konservasi, ekonomi, infrastruktur, perizinan, fasilitas dan prasarana. Terkait akomodasi perhelatan MotoGP, Kadispar NTB, HL Faozal menyebut beberapa skenario dengan data hunian 900 unit homestay, 1200 kamar di kawasan Mandalika, 6500 kamar city hotel, kawasan Senggigi 2800 kamar, Sekotong 580 kamar berikut hotel terapung di Gili Mas. Untuk itu, aksesibilitas menjadi penting untuk memangkas jarak tempuh selain penambahan runway bandara sepanjang 3300 meter untuk pesawat berbadan lebar. Selain itu, beberapa eksekusi investasi dan pembenahan daerah penyangga serta SOP event harus serasa dituntaskan. Beberapa hal lain yang dibahas dalam Rakor adalah persiapan kapasitas dan jaringan listrik dan telekomunikasi serta jaringan sanitasi yang akan dikerjakan mulai tahun depan.

Pada Rakor kerjasama Kementerian/Lembaga/dunia usaha, Pemda dan percepatan DPSP Mandalika, Doktor Zul didampingi Asisten I, Asisten II Setda Prov NTB, Kepala Bappeda, Kadis PUPR, Kadis Kesehatan, Kadis Pariwisata, Kadis Perhubungan, Kadis Koperasi dan UMKN Provinsi NTB. Hadir juga sejumlah Kepala OPD lingkup Pemda Lombok Tengah dan jajaran Kementerian PUPR. (Iba)