PB HMI Tegaskan Rezim Jokowi-JK Berpotensi Gagal Bangun Ekonomi

PB HMI Tegaskan Rezim Jokowi-JK Berpotensi Gagal Bangun Ekonomi
Foto: Anggota Bidang Ekonomi dan Pembangunan Nasional PB HMI Risdianto

Jakarta,- PB HMI melalui Bidang Ekonomi dan Pembangunan Nasional menyatakan Depresiasi nilai tukar rupiah dapat mengganggu kepercayaan investor asing untuk mengembangkan usaha di Indonesia.

“Risiko investasi di Indonesia hanya tercermin dalam pembangunan infrastruktur, sedangkan usaha lain mengalami imbas dari penurunan nilai tukar rupiah,” ungkap Risdianto, salah satu Anggota Bidang Ekonomi dan Pembangunan Nasional PB HMI, Selasa (23/10) di Sekretariat PB HMI di Jakarta.

Selain itu Foreign Direct Investment (FDI) yang masuk ke Indonesia, hanya memanfaatkan Indonesia sebagai ladang mengeruk keuntungan semata, disini pemerintah melalui BUMN terkait terlihat lemah dalam negosiasi dan hanya menjadikan capital outflow untuk menerima royalti semata.

Risdianto juga mengatakan, pemerintah harusnya tegas menyikapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar, karena pemerintah dengan rezim ini harus bekerja untuk mensejahterakan rakyat.

“Bukan membahagiakan para elite yang senang melihat angka-angka,” tuturnya.

Pelemahan rupiah semakin mengkhawatirkan. Kemarin, rupiah telah menyentuh level terendah, Oktober 2018 ini senilai Rp 15.105 per dollar Amerika Serikat (AS).

Jika saja 2019 rupiah semakin melemah, Rezim ini telah gagal dalam memimpin negara ini, tegas Risdianto. (ak)