Detik NTB

Berita Nusa Tenggara Barat

Breaking News Ekonomi

Mori Cofee, tongkrongan millenial dengan suguhan variasi kopi berkualitas

Mataram (Detikntbcom),- Kedai Kopi menjadi bisnis para Generasi milenial Indonesia di era ini. Kedai kopi digandrungi oleh berbagai remaja di Indonesia. Kesan tidak milenial jika tidak nongkrong di kedai coffeeshoop menjadi ‘branding’ tersendiri. Melihat kecenderungan demikian, Supardin bersama sahabat dan kerabatnya, membangun kedai coffeeshoop yang diberi nama Kedai ‘Mori’.

Semalam, Jumat (18/12) kedai Mori Cofee tersebut dilakukan soft opening dihadiri penikmat kopi. Di antaranya Owner Wangi-Wangi Coffee Mas Qwadru, Presiden Seruput Newscoffee Paox Iben dan Ketua STKIP Taman Siswa Bima Dr Ibnu Qaldhun.

Tidak ketinggalan juga Direktur BUMD Kota Bima Rangga Babuju, anggota DPRD Propinsi NTB Dr. Raihan Anwar, Ketua Rukun Keluarga Bima (RKB) Pulau Lombok Dr. M. Iwan serta makin meriah Staf Khusus Gubernur yang diwakili oleh Hadi Santoso dan Satkar Umara memeriahkan soft opening tersebut.

Owner Kedai ‘Mori’ mengucapkan Terima Kasih kepada pada Undangan dan menceritakan secara filosofis kehadiran Kedai Mori ini. “Warga Bima Dompu di Mataram cukup banyak. Kedai Mori lahir dari elaborasi ide dan gagasan dari berbagai pihak,” bebernya.

Pria kelahiran Desa Ncera Kabupaten Bima ini menyampaikan bahwa Kedai Mori Caffee dihadirkan sebagai Laboratorium Coffee bagi anak-anak muda Bima baik yang sedang kuliah maupun alumni untuk belajar mengenal dan menyeduh kopi lokal Pulau Sumbawa ke dalam rasa yang menggugah.

“Kami sengaja hadir untuk menyambut euforia dan semangat menanam kopi saat ini di Bima dan Dompu. Tentu ke depannya para Petani kopi butuh pasar. Dan kami ada menjadi bagian dan penjembatan pasar itu,” tuturnya disambut tepuk tangan meriah para penikmat kopi.

Konsep Hulu ke Hilir inilah yang memacu lahirnya Kedai Mori Coffeeshoop ini. Di Desa Ncera Bima sendiri, Warga Ncera Nusantara pada 2019 yang lalu menggalang aksi Bibit Kopi Amal. Dari aksi itu, dilakukan penanaman bibit kopi di Bombo Ncera sebanyak 1.500 pohon dan beberapa pohon pendukung lainnya dan tumbuh dengan baik karena terus dirawat dan dijaga bersama oleh Komunitas di sana.

Tentu saja, dalam 3 tahun kedepan Kopi Bombo Ncera akan mulai dipanen dan yang pasti butuh pasar. Bukan saja di Bombo Ncera, aksi tanam kopi ini dilakukan di beberapa lokasi di Bima. Sambung pucuk sebagai strategi peremajaan pohon kopi juga sedang dilakukan di dusun Kawae – Wawo oleh BKPH Maria Donggomasa bersama Karang Taruna dan pemuda setempat, dilahan seluas 25 Ha.

“Hal ini menjadi potensi tersendiri bagi daerah dan petani Kopi di Bima,” tutupnya.

Jika anda tertarik dengan kopi suguhan para paracik handal tersebut bisa datang ke alamat Jl. Swasembada No.11 C, Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83114. (Iba)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *