Mengubah Sampah Jadi Sumber Ekonomi

Mengubah Sampah Jadi Sumber Ekonomi
Foto: Terlihat hasil kreatifitas Komunitas Coco Bola mengubah sampah bernilai ekonomis

Bima (DetikNTB.com),- Bukan lautan, hanya kolam susu menjadi epitome betapa indah dan kaya alam Indonesia bagi setiap jiwa. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, kolam susu tersebut sudah tak lagi terngiang. Terlebih karena fakta bahwa tim peneliti di Amerika Serikat dan Australia yang dipimpin oleh Jenna Jambeck, seorang insinyur lingkungan di Universitas Georgia, menyimpulkan bahwa China dan Indonesia adalah sumber utama sampah yang menyumbat jalur laut global (McCarthy, 2018).

Sampah sering kali dikaitkan dengan hal yang menjijikan dan tak berguna. Dibuang, dibiarkan di bawah derasnya hujan, dan dijauhi karena aroma menyengatnya. Kehadirannya pun sering membawa masalah, mulai dari banjir hingga berbagai penyakit. Namun, siapa sangka sampah dapat menjadi hal yang menguntungkan dan bernilai ekonomis lewat tangan-tangan para pemuda dari Desa Belo Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima yang tergabung dalam Komunitas Coco Bola.

BERITA TERKAIT: 

Komunitas Coco Bola mendaur ulang sampah botol plastic menjadi tempat sampah, kotak pensil dan produk ekonomis lainnya. Ketua Komunitas Coco Bola Eman Surahman. S.Sos Menuturkan, bahwa ide ini berawal dari keprihatinan teman-teman muda dengan kondisi lingkungan yang ada saat ini, serta bentuk dukungan terhadap program pemerintah provinsi yaitu NTB bebas sampah (zero waste).

Pendekatan yang dilakukan yaitu dengan prinsip 3R (reduce, reuse, dan recycle) karena pendekatan model ini relative mudah untuk dilaksanakan oleh masyarakat. Kampanye 3R gencar dilakukan agar sampah plastik tesebut memiliki nilai ekonomis.

“Salah satu ide bijak untuk mengatasi masalah sampah plastik adalah dengan menggunakan plastik yang ramah lingkungan dan mengolah sampah plastik menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi,” paparnya, Selasa (11/06) kepada media ini.

Kesadaran akan lingkungan haruslah menjadi budaya. Perilaku seperti membuang sampah pada tempatnya, menggunakan barang atau alat yang ramah lingkungan, serta gaya hidup yang lebih bersih pun akan timbul.

“Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan atau program ini, bisa memberikan edukasi pada masyrakat bahwa sampah bukanlah sesuatu yang buruk dan tidak selamanya negative. Kita bisa bersahabat dengan sampah bila kita tahu cara memperlakukannya dengan baik,” ungkapnya. (Iba)