Genjot Kontribusi PAD, Disperindag Lobar Lakukan Retribusi Tera Ulang

Genjot Kontribusi PAD, Disperindag Lobar Lakukan Retribusi Tera UlangReviewed by adminon.This Is Article AboutGenjot Kontribusi PAD, Disperindag Lobar Lakukan Retribusi Tera UlangLombok Barat (DetikNTB.com),- Setelah diresmikannya Unit Metrologi Legal (UML) oleh Kementerian Perdagangan beberapa hari lalu, Pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Barat (Lobar). Menindaklanjuti perihal tersebut  Disperindag tengah menyusun prospek untuk memberlakukan sistem tera ulang. Tera ulang dimaksudkan  sebagai ruang yang bisa memberikan kontribusi PAD bagi daerah. Pelayanan UML ini rencananya akan […]
Foto: Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lombok Barat H Agus Gunawan

Lombok Barat (DetikNTB.com),- Setelah diresmikannya Unit Metrologi Legal (UML) oleh Kementerian Perdagangan beberapa hari lalu, Pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Barat (Lobar).

Menindaklanjuti perihal tersebut  Disperindag tengah menyusun prospek untuk memberlakukan sistem tera ulang. Tera ulang dimaksudkan  sebagai ruang yang bisa memberikan kontribusi PAD bagi daerah. Pelayanan UML ini rencananya akan dimulai beroprasi April mendatang.

“Sasaran kita tahun pertama ini belum begitu banyak, karena kita sifatnya sosialisasi dulu kepada masyarakat. Walaupun ada target tapi ndak terlalu tinggi,” ungkap Kepala Disperindag Lobar, Agus Gunawan, kemarin.

Menurut Agus, pihaknya hanya menargetkan sekitar Rp 30-35 juta PAD untuk tahun ini. Sebab di tahun ini Tera Ulang itu hanya melayani beberapa pasar saja di Lobar.

Untuk menyasar alat timbangan di pasar yang kondisinya sudah rusak sehingga salah satu tanggung jawab Pemkab hadir untuk memastikan timbangan di pasar ditera lagi. Selain melindungi konsumen juga memberdayakan pedagang di pasar.

“Dengan pelayanan tera ulang ini, pedagang menjadi tenang dan masyarakat puas. Kenapa pedagang tenang, karena tidak ada lagi kecurangan dalam timbangan sebab sudah ditera ulang,” jelasnya.

Untuk petugas yang melakukan pelayanan memiliki identitas khusus. Dimana tiap tahun diperbaharui. Sejauh ini jumlah petugas yang dimiliki hanya 2 orang. Jumlah itu pun diakuinya masih kurang. Namun sudah memenuhi standar minimal untuk melakukan pelayanan dengan kapasitas yang ada.

“Baru di tahun depan menyasar potensi lain yang lebih besar lagi untuk dilayani tera ulang, seperti POM bensin, LPG sehingga target PAD pun bisa lebih besar lagi dibanding tahun ini,” imbuhnya.

Menurutnya, konsekuensi dari pelayanan tera ulang ini membuat pengusaha harus mendatangi Disperindag Lobar. Selain itu memberikan kepastian pelayanan bahwa produk dan barang yang ditimbang sesuai dengan standar dan sesuai ketentuan hukum.

“Sesuai dengan niatan awal selama 2 tahun memperjuangkan pelayanan UML ini sehingga bisa terwujud awal tahun ini. Pelayanan ini untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (Iba)