Bekraf Hadirkan Produk Baru, Bangkitkan Pelaku Ekraf di Mataram

Bekraf Hadirkan Produk Baru, Bangkitkan Pelaku Ekraf di MataramReviewed by adminon.This Is Article AboutBekraf Hadirkan Produk Baru, Bangkitkan Pelaku Ekraf di MataramMataram (DetikNTB.com),– Mataram menjadi salah satu lokasi diselenggarakannya rangkaian Bigger 2019 karena dalam Rencana Tata Ruang Nasional (RTRN), Kota Mataram ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) yang berfungsi sebagai pintu gerbang dan simpul utama transportasi serta kegiatan perdagangan dan jasa skala regional. Oleh karena itu, Mataram sebagai kota keenam diselenggarakannya sosialisasi setelah Bogor, Malang, Palembang, […]
Foto: Wakil Walikota terlihat menghadiri sosialisasi produk baru Bekraf di Lombok Raya Hotel di Mataram

Mataram (DetikNTB.com), Mataram menjadi salah satu lokasi diselenggarakannya rangkaian Bigger 2019 karena dalam Rencana Tata Ruang Nasional (RTRN), Kota Mataram ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) yang berfungsi sebagai pintu gerbang dan simpul utama transportasi serta kegiatan perdagangan dan jasa skala regional.

Oleh karena itu, Mataram sebagai kota keenam diselenggarakannya sosialisasi setelah Bogor, Malang, Palembang, Padang dan Banyuwangi dinilai memiliki banyak pelaku ekonomi kreatif karena ditunjang oleh posisinya sebagai salah satu destinasi wisata nasional.

Selain menyosialisasikan Bisma kepada pelaku ekraf Mataram, rangkaian kegiatan Bigger ini juga dimaksudkan untuk memberikan fasilitasi pengembangan kapasitas mengenai pengemasan produk, pemasaran produk, teknik fotografi komersil hingga pengelolaan keuangan memperkenalkan program-program Bekraf lain yang mampu mengakselerasi perkembangan Ekraf nasional.

Kegiatan ini dibuka oleh Deputi Pemasaran, Joshua Puji Mulia Simandjuntak dan dalam kesempatan tersebut turut hadir Direktur Harmonisasi Regulasi dan Standardisasi, Sabartua Tampubolon, Direktur Hubungan Antar Lembaga Dalam Negeri, Hassan Abud, Co-Founder Filosofi Kopi, Handoko Hendroyon, Ahli Pengemasan Produk, Endang Warsiki, Direktur PT. Halal Ventures Indonesia, Harjono Sukarno, Community Manager Buka Lapak, Mega Tri Agustina dan Penulis Buku Smartphone Photography, Ariana Octavia.

BACA JUGA:  Di Hadapan Media Asing, Wagub Rohmi: Pariwisata Andalan Ekonomi NTB

Bigger merupakan program sosialisasi platform Bisma (Bekraf Information System in Mobile Application) kepada pelaku Ekraf di Indonesia. BISMA sendiri merupakan platform bagi pelaku Ekraf mendaftarkan diri maupun usahanya ke data base resmi Bekraf. Aplikasi ini dapat diunduh melalui android maupun IOS atau  melalui website Bisma https://bisma.bekraf.go.id/.

“BISMA dibangun dengan tujuan mendukung kepentingan pemerintah memperoleh data mikro ekonomi kreatif untuk menunjang perkembangan Ekraf nasional. Sehingga kedepannya data ini dapat kami jadikan acuan untuk menyusun berbagai program maupun kebijakan yang tepat bagi para pelaku Ekraf di masing-masing daerah,” ujar Direktur Riset dan Pengembangan Bekraf, Wawan Rusiawan saat menghadiri kegiatan Bigger di Mataram.

Keuntungan lain dengan adanya BISMA bagi pelaku Ekraf di antaranya Be Updated dimana pelaku ekraf bias mendapatkan informasi dan agenda terkini seputar kegiatan ekonomi kreatif yang difasilitasi oleh Bekraf. Be Marketed karena Bisma menyediakan etalase untuk memperkenalkan produk-produk ekonomi kreatif.

Be Supported dimana pelaku kreatif yang terdaftar menjadi prioritas utama memperoleh dukungan dan bantuan investasi bagi pelaku ekonomi kreatif. Be Integrated di mana usaha pelaku ekraf terintegrasi dalam database Bekraf, sekaligus terhubung dengan jejaring investor usaha kreatif di Indonesia.

Keuntungan lainnya adalah Be Engaged dimana pelaku kreatif dapat terlibat langsung memberikan masukan melalui kuesioner online di Bisma untuk menyusun kebijakan yang terkait dengan pengembangan ekonomi kreatif nasional.

Wawan menambahkan, saat ini tercatat lebih dari 45.000 pelaku ekraf di Indonesia dengan 827  jumlah usaha Ekraf di NTB yang sudah terdaftar di platform Bisma. Namun angka ini masih jauh lebih kecil dibandingkan data Badan Pusat Statistik (BPS, 2016) yang mencacat terdapat 8,2 juta jumlah usaha ekraf yang tersebar di seluruh Indonesia.

Di Mataram sendiri tercatat baru 344 pelaku ekraf yang mendaftar melalui platform Bisma dari 17.193 pelaku ekraf yang ada. Untuk itu Bekraf menilai perlunya mendata secara rinci pelaku ekonomi kreatif dan usaha yang digeluti melalui sebuah platform khusus sehingga pelaku ekraf nasional bias dipetakan secara mikro.

Tentang Bekraf

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) adalah lembaga pemerintah non kementerian yang bertanggungjawab di bidang ekonomi kreatif. Saat ini, Kepala Bekraf dijabat oleh Triawan Munaf.

Bekraf mempunyai tugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seniper tunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio. (Iba)