Dua Tokoh Muda Suksesor Qori Internasional, Syamsuri Firdaus

Dua Tokoh Muda Suksesor Qori Internasional, Syamsuri Firdaus
Foto: Dua Suksesor Qori Internasional, Dr. Hermawan Saputra (Kanan) bersama ustadz Ahmad Yasin (kiri)

Jakarta (DetikNTB.com),- Sebuah Pesantren Tahfizh Qur’an (PTQ) Fantastis merupakan tempat mondok bagi penghafal Al-Qur’an dan Qori. Pondok Pesantren yang berlokasi di H. Kodja Raya No. 45. Kukusan Kec. Beji, Kota Depok Jawa Barat (Jabar) ini merupakan pondok pesantren yang menyelenggarakan kegiatan Tahfizh Qur’an dan Qori yang didirikan oleh Ustaz Ahmad Yasin putra asal Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dengan modal nekat dan pengalaman menjadi santri dan guru jadi bekal utama Ustadz Ahmad Yasin untuk mengelolah PTQ.

“Awal saya mendirikan PTQ modal nekat dan semangat karena tidak ada uang dan Alhamdulillah atas izin Allah SWT, pesantren ini bisa berjalan seperti saat ini,” katanya,kemarin (4/6/2019).

Ia menuturkan bahwa awal pesantren tersebut didirikan pada 2016 lalu, siswanya hanya 35 orang salah satunya Qori internasional, Syamsuri Firdaus bahkan sudah menjadi guru tilawah santri PTQ Fantastik. Namun, berkat doa dan semangat pengurus, serta kepercayaan masyarakat, kata dia, saat ini Pesantren Fantastis telah menampung 700 siswa yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri seperti, Malaysia, Singapura, dan Australia.

“Awalnya peserta 35 orang, berkat doa dan semangat dari pengurus serta kepercayaan kaum muslimin saat ini santrinya lebih kurang 700 orang yang berasal dari seluruh Indonesia dan negara tetangga,” ungkap Ustaz Ahmad Yasin.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Berdirinya PTQ itu merupakan ide dari aktivisi dakwa asal Bima yang ingin mendirikan pondok pesantren yang modern dan memiliki program perpaduan antara Tahfizh Qur’an dan Qori. Selain itu, tujuan awalnya untuk menampung anak muda dari Bima yang ingin lanjut kuliah di Universutas Indonesia (UI).

Salah satu orang yang mendorong Ustadz Ahmad Yasin mendirikan pesantren ini adalah Dr Hermawan Saputra.

“Dr. Hermawan Saputra lima tahun yang lalu yang meminta saya agar segera mencari lokasi untuk pondok pesantren. Paling tidak untuk ngontrak sambil berjalan,” kata alumni PTIQ Jakarta ini.

Ia juga mengungkapkan bagaimana peran Hermawan Saputra mendesain program-program pesentrennya sehingga bisa berkembang seperti sekarang ini.

“Saya banyak di bantu sama beliau untuk mendesain program, terutama menjadikan PTQ Fantastis sebagai tempat kaderisasi pemimpin islam masa depan dan Tahfizh serta Qori terutama generasi asal Bima yang kuliah di UI hingga membantu anak yatim piatu yang kurang mampun dan ingin menjadi Tahfizh dan Qori,” paparnya.

Ahmad Yasin menambahkan, dirinya saat ini meminta kesedian Hermawan Saputra untuk membantunya mengembangkan PTQ Fantastis di Bima agar kedepan generasi penghafan Al-Qur’an dan Qori nasional maupun internasional tidak terputus sampai di Syamsuri Firdaus .

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya terus berbenah dengan membuat program mahasiswa Qur’an Fantastis yaitu program yang menyiapkan kader-kader yang akan menjadi pemimpin dan penghafal Al-Qura’an dan mewadahi mahasiswa yang ingin fokus menghafal.

“Atas dorongan tersebut hingga sampai saat ini santri-santri terus berdatangan dan terus mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, tutupnya.

Sementara itu, Hermawan Saputra mengungkapkan selama ini dirinya dan Ustaz Ahmad Yasin merupakan sahabat dan selalu bersama-sama. Bahkan ia mengungkapkan dirinya selalu diminta oleh Ustadz Ahamad Yasin untuk merancang program-program pesantrenya.

“saya dan Ustaz Ahmad Yasin merupakan sahabat. Saya selalu bersama-sama beliau berdiskusi di masjid UI. Kebetulan saya sama beliau memiliki visi yang sama untuk mengembangkan pondok pesantren terutama wadah bagi generasi Bima yang memiliki prestasi dalam menghafal Al-Qura’an dan Qori yang ingin melanjutkan pendidikan di Jakarta namun tidak ada tempat mondok yang konduksif,” ungkap Ketua Program Studi Pasca Sarjana FKM Uhamka ini.

Ia juga mendorong Ustaz Ahmad Yasin untuk melebarkan sayap PTQ Fantastis ke seluruh Indonesia.

Hermawan Saputra berharap agar ada peran serta pemerintah daerah untuk memberikan bantuan anggaran subsidi bagi PTQ yang selama ini konsen dalam pembinaan bagi Qori-Qori asal tanah kelahirannya yang berprestasi. (Iba)