Sambut Hari HAM, PC PMII Kota Mataram Adakan Dialog

Sambut Hari HAM, PC PMII Kota Mataram Adakan DialogReviewed by adminon.This Is Article AboutSambut Hari HAM, PC PMII Kota Mataram Adakan DialogMataram-Dalam rangka menyambut hari Hak asasi Manusia (HAM) se-Dunia yang jatuh pada tanggal 10 Desember 2017, PC PMII Kota Mataram menggelar Dialog Publik Refleksi hari HAM se-Dunia dengan tema “Membangun Kesadaran bersama Untuk Meminimalisir Praktek Pelanggaran HAM di NTB ” di Gedung PKK Mataram Rabu (29/11). Menurut Ketua Umum PC. PMII Kota mataram, M. Sholihin […]
Foto : Ketum PC PMII Kota Mataram saat memberi sambutan Dialog Publik

Mataram-Dalam rangka menyambut hari Hak asasi Manusia (HAM) se-Dunia yang jatuh pada tanggal 10 Desember 2017, PC PMII Kota Mataram menggelar Dialog Publik Refleksi hari HAM se-Dunia dengan tema “Membangun Kesadaran bersama Untuk Meminimalisir Praktek Pelanggaran HAM di NTB ” di Gedung PKK Mataram Rabu (29/11).

Menurut Ketua Umum PC. PMII Kota mataram, M. Sholihin “HAM adalah hak dasar atau hak pokok yang melekat pada diri manusia sejak manusia diciptakan sebagai anugerah oleh Tuhan Yang Maha Esa. Pengakuan terhadap Hak Asasi Manusia pada hakikatnya merupakan penghargaan terhadap segala potensi dan harga diri manusia menurut kodratnya. Oleh karena hak ini (HAM) merupakan pemberian dari Tuhan maka harus dihargai dimanapun dia berada“ jelasnya.

Menurut Sholihin, kegiatan ini berlatar belakang dari pemikiran pengurus PMII Kota mataram tentang pentingnya menyadarkan masyarakat tentang pengakuan hak yang dimiliki oleh individu selaku makhluk Tuhan yang Maha Esa, karena sekarang ini ada banyak sekali perbuatan-perbuatan yang tidak disadari oleh masyarakat yang bisa melecehkan Hak Asasi Manusia.

Pelanggaran terhadap HAM khususnya yang ada di NTB sekarang ini sudah masif, ada banyak sekali perbuatan-perbuatan yang melanggar HAM seperti kasus penjualan manusia ( Human Traficking ), Kekerasan yang banyak terjadi di Bima, kebebasan beragama yang banyak menimpa jamaah ahmadiyah, pernikahan dini yang berujung pada pelecehan seksual, pekerja anak dan sebagainya. Hal ini dilakukan dengan sengaja baik secara fisik maupun melalui media sosial.

“Ini harus menjadi perhatian khusus karena tindakan tersebut sering menimbulkan gangguan keamanan di masyarakat seperti timbulnya konflik horizontal akibat isu SARA yang sengaja dibenturkan dengan persoalan HAM di NTB” lanjutnya.

Program-program edukatif seperti sosialisasi dan diskusi sangat penting dilakukan agar masyarakat menyadari dan mau beralih dari tindakan-tindakan yang sebelumnya tidak menghormati HAM menjadi individu yang menjunjung tinggi HAM “ tutupnya.

“Semoga kegiatan ini mampu memberikan manfaat terhadap Indeks peningkatan HAM di NTB “ Harapnya. (dk)