Detik NTB

Berita Nusa Tenggara Barat

Dialog

Rangkaian Munas dan Kombes NU; Diskusikan Gus Dur.

Mataram-Kegiatan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Mataram mengadakan berbagai kegiatan sebagai rangkaian, salah satunya adalah Diskusi Publik dengan tema “Belajar Dari Model Ekonomi Gus Dur”. Sabtu, (25/11/2017)

Diskusi tersebut membedah kepemimpinan KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur) dibidang pembangunan ekonomi pada saat menjadi Peresiden Republik Indonesia.

Gede Sandra sebagai salah satu narasumber diskusi menjelaskan keberhasilan Gus Dur adalah program restrukturisasi korporasi milik negara maupun unit usaha swasta. Seperti Bulog, yang dianggap sangat korup di masa Suharto, dan diubah jadi lembaga yang transparan, profesional dan akuntabel. PT Dirgantara Indonesia, awalnya sewaktu masih bernama Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) di tahun 1998, korporasi masih merugi Rp 75 miliar dan hanya mencatat penjualan sebesar Rp 508 miliar, namun setelah era Gus Dur IPTN diubah namanya menjadi PT. Dirgantara Indonesia dan menjadi lebih kompetitif dan dapat memproduksi suku cadang dan komponen untuk memasok kebutuhan industri pesawat terkemuka di dunia. PT PLN sukses diselamatkan dari kebangkrutan. Sektor Properti menyerap banyak tenaga kerja. Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Usaha Tani terus maju. PT. Telkom dan Indosat dibuat untuk meninggalkan kerjasama terselubung dan akhirnya menyebabkan Negara mendapatkan 5 triliun tanpa menjual selembar sahampun. Bank Internasional Indonesia (BIL) dalam pemerintahan Gus Dur tidak mengikuti opsi solusi ekonomi dari IMF, namun memiliki opsi sendiri dan terbukti berhasil.

Menurut Sandra, ada dua hal yang menjadi rahasia keberhasilan tersebut, pertama, Tim ekonomi Gus Dur menolak resep IMF-BANK Dunia yang menganjurkan dilakukan austerity policy (pengetatan anggaran). Kedua, tim ekonomi Gus Dur piawai dalam melakukan optimum debt management. Ketiga, Tim ekonomi Gus Dur sukses menjaga harga beras stabil dilevel rendah sehingga mengakibatkan daya masyarakat perkotaan dan kesejahteraan petani di pedesaan terus terjaga.

Yeni Wahid juga cukup kaget dengan pencapaian Gus Dur dengan bukti data riil, padahal memimpin cukup singkat.

“Awalnya saya kurang yakin, tapi setelah lihat data. Wah keren juga babe gue,” Ungkap Yeni sambil disambut dengan tertawa dan tepuk tangan dari peserta diskusi.

Kegiatan ilmiah dan menarik ini diselenggarakan oleh West Nusa Tenggara Development Centre (WNTDC), Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Jakarta, PKC PMII NTB, M16 di Hotel Gren Legi, Kota Mataram yang rekomendasinya akan disampaikan ke Pemerintah.(ak)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *