Narkoba Dan Tramadol Merajalela: Ali Ahmad Angkat Bicara

Narkoba Dan Tramadol Merajalela: Ali Ahmad Angkat BicaraReviewed by adminon.This Is Article AboutNarkoba Dan Tramadol Merajalela: Ali Ahmad Angkat BicaraMataram-Bahaya laten narkoba menjadi ancaman serius bagi generasi muda Indonesia. Hal ini terlihat dengan besarnya pengiriman narkoba ke Indonesia, yang kemudian menjadi pembahasan serius dalam seminar “Bahaya Laten Narkoba Bagi Generasi Muda” (27/11) yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Pengurus Karang Taruna Provinsi NTB yang di laksanakan di Lombok Plaza Hotel selama 2 […]
Foto : Para Narasumber Sedang Memaparkan Materi dalam Kegiatan Seminar dan Rapat Koordinasi Karang Taruna Se-NTB

Mataram-Bahaya laten narkoba menjadi ancaman serius bagi generasi muda Indonesia. Hal ini terlihat dengan besarnya pengiriman narkoba ke Indonesia, yang kemudian menjadi pembahasan serius dalam seminar “Bahaya Laten Narkoba Bagi Generasi Muda” (27/11) yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Pengurus Karang Taruna Provinsi NTB yang di laksanakan di Lombok Plaza Hotel selama 2 hari yaitu senin-selasa (27-28/11).

Ketua Komisi 1 (Satu) Anggota DPRD Provinsi NTB, Ali Ahmad SH yang menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa mengenai kondisi saat ini, banyak sekali persoalan yang muncul dikehidupan kita yang sering membuat kehidupan masyarakat resah terhadap kasus penggunaan obat terlarang yang dilakukan oleh generasi muda. Manakala pemuda sudah bobrok mentalnya, maka perlu program pembinaan kerohanian bagi pemuda. Dan perlu dilakukan sosialisasi serta peningkatan SDM pemuda guna peningkatan kreatifitas serta dapat membaca peluang dan tantangan bagi pemuda untuk mengurangi angka pengangguran.

“Saya sangat terharu dan senang melihat teman-teman Karang Taruna yang masih peduli dengan pemuda. Dan Semoga Karang Taruna dimomen ini, bisa memberikan konsep dengan menyusun perencanaan yang lebih baik lagi untuk memberikan harapan yang lebih untuk generasi muda yang sudah banyak menggunakan obat terlarang. Lebih baik kita mencegah dari pada kita mengobatinya” katanya memulai pembicaraan.

Foto : Peserta dan Narasumber Sesi Foto Bersama

 

Beliau mengatakan, generasi muda jaman sekarang sudah banyak yang menyalahgunakan obat-obat terlarang, baik itu tramadol, narkotika, sabu-sabu bahkan sampai menggunakan komix yang dicampur dengan kuku bima.

“Bukan hanya obat-obat ini saja, ternyata masih banyak cara yang dilakukan oleh anak muda jaman sekarang yang mengkonsumsi barang haram yang merusak kesehatan dan psikologis mereka” tuturnya penuh semangat.

Lebih lanjut beliau memaparkan bahwa semenjak kasus tramadol sudah tidak ada yang menjual, mereka mengalihkan profesi ke komix dicampur dengan kuku bima, mereka menggunakan lem Fox, ada yang menggunakan Jamur dari kotoran sapi. Dengan segala cara mereka gunakan.

“Akan jadi apa anak-anak kita untuk kedepannya, jika kita sebagai orang tua mereka tidak memperhatikan kejanggalan sosial yang mereka lakukan” ucap beliau sambil bertanya.

Masih menurut beliau, hitam dan putihnya Bangsa ini ada ditangan pemuda. Jika pemudanya rusak moralnya, rusak akhlaknya, jangan berharap kehidupan kita akan lebih baik. Konflik sosial antar kelompok (antar desa) akan terjadi terus terjadi. Begitupun dengan kasus pencurian, pernikahan di usia dini, pergaulan bebas yang begitu tinggi menyebabkan terjadinya kasus aborsi.

“Hati-hati, jika kita tidak menanggapi dengan serius persoalan ini. Maka akan jadi BOM waktu buat kehancuran daerah kita” ujarnya.

Anggota DPRD Provinsi NTB Dapil Bima Dompu ini mengajak kepada semua pengurus Karang Taruna Se-NTB untuk bekerja sama guna memberikan pelatihan terhadap generasi muda ditiap desa yang ada di NTB.

“Saya siap memberikan dukungan dalam bentuk apapun demi memberikan kehidupan yang terbaik untuk generasi muda di NTB” janjinya.

Sebelum mengakhiri pemaparan, Ali Ahmad sempat menyinggung kasus pencurian yang dilakukan oleh oknum kejaksaan di Bima yang mencuri tramadol dan sampai akhir ini kasus itu sering di demo oleh Mahasiswa.

“Semoga kasus itu tidak ada yang terjadi untuk kedua kalinya” tutup beliau. (14)