Mengukuhkan Kembali Spirit Kebangsaan, Kominfo Dan DPR RI Gelar Dialog (Bagian I)

Mengukuhkan Kembali Spirit Kebangsaan, Kominfo Dan DPR RI Gelar Dialog (Bagian I)
Foto: Rangakaian Dialog Yang diselenggarakan Kominfo Dan DPR RI Mengukuhkan Kembali Spirit Kebangsaan di kabupaten Dompu

Dompu- Kementerian Komunikasi dan Informatika RI melalui Direktorat jendral informasi dan komunikasi bekerja sama dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengadakan dialog kebangsaan di gedung Dharma Wanita Kabupaten Dompu, Jum’at 24/8 lalu.

Forum dialog yang mengusung tema “mengukuhkan kembali spirit kebangsaan dalam menghadapi revolusi industri” dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, politisi, akademisi, mahasiswa, pemerhati budaya, pecinta alam hingga pelajar. Sementara dari unsur pemerintahan diwakili Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Dompu, H. Agus Bukhari MSi. Ketua DPRD Kabupaten Dompu, Yuliadin S.Sos.

Adapun yang menjadi pembicara dalam forum dialog tersebut, Kasubdit Informasi Politik dan Pemerintahan, Hypolitus Layanan S. Sos MAP. Anggota Komisi I DPR-RI, Muhammad Syafrudin ST. MM.

Hypolitus Layanan S.Sos MAp mengawalinya dengan memaparkan materi terkait profil penduduk, perkembangan komunikasi dan informasi sejauh ini di Indonesia. Menurutnya, saat ini persatuan dan kesatuan di wilayah NKRI bisa saja retak jika spirit kebangsaan tidak dirawat dengan baik. Pasalnya, akhir-akhir ini sering muncul informasi dan berita tidak benar atau yang sering disebut hoax.

Ia mengungkapkan, saat ini jumlah pengguna internet di indonesia sudah mencampai angka 143,26 juta jiwa. 56 persen dari jumlah penduduk indonesia 262 juta jiwa. Untuk itu, akan sangat berbahaya jika masyarakat tidak selektif dalam mengkosumsi sebuah informasi dan berita.

“Pemerintah pusat melalui Kemkominfo RI tetap melakukan upaya untuk menghadang informasi atau berita hoax tersebut” Kata Hypolitus. Namun demikian, pihaknya selalu mengimbau agar masyarakat bisa selektif dalam mengkosumsi informasi dan berita di media, baik di media massa maupun di media sosial. “Kalau itu dirasa tidak benar, baiknya diabaikan saja” tambahnya.

Sementara itu, Anggota Komisi DPR-RI, Muhammad Syafrudin ST MM. Mengungkapkan bahwa di tahun 2019 mendatang Indonesia akan menghadapi tahun politik. Ada dua Hajatan demokrasi yang akan diselenggarakan secara bersamaan yakni Pemilihan Anggota Legislatif (DPR/DPD/DPRD) dan Pemilihan Presiden.

Menurutnya, dalam setiap hajatan demokrasi tentu akan terbuka ruang perdebatan yang alot dan panjang, bahkan tidak tertutup kemungkinan akan berujung pada sebuah perpecahan. Namun, hal itu bisa diminimalisir dengan suguhan informasi dan berita yang benar. “Itu bisa tercapai jika pemerintah mampu memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanannya” kata Muhammad Syafrudin. (Baca Selanjutnya). (Adm)