Hadiri dialog HMI Komisariat, Sari Yuliati ingatkan bahaya komunisme lewat pikiran

Hadiri dialog HMI Komisariat, Sari Yuliati ingatkan bahaya komunisme lewat pikiranReviewed by adminon.This Is Article AboutHadiri dialog HMI Komisariat, Sari Yuliati ingatkan bahaya komunisme lewat pikiranMataram (Detikntbcom),- Merespon persoalan-persoalan yang terjadi di Indonesia, HMI MPO Komisariat UIN Mataram menggelar Dialog Publik yang bertemakan Pancasila di Tengah Ancaman Ideologi Dunia (Komunis). Dialog ini dilaksanakan di Ruang sidang Kantor DPRD Kota Mataram dengan menghadirkan Narasumber, H. Zulkifli SE.ME Alumni sekaligus perintis HMI MPO Cabang Mataram dan Anggota DPR RI Ir. Hj. Sari […]
Anggota DPR RI Komisi III Ir.Hj. Sari Yuliati Bersam Perintis HMI MPO Mataram H. Zulkifli SE.ME

Mataram (Detikntbcom),- Merespon persoalan-persoalan yang terjadi di Indonesia, HMI MPO Komisariat UIN Mataram menggelar Dialog Publik yang bertemakan Pancasila di Tengah Ancaman Ideologi Dunia (Komunis).

Dialog ini dilaksanakan di Ruang sidang Kantor DPRD Kota Mataram dengan menghadirkan Narasumber, H. Zulkifli SE.ME Alumni sekaligus perintis HMI MPO Cabang Mataram dan Anggota DPR RI Ir. Hj. Sari Yuliati, Minggu (11/10) digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Mataram.

Dalam sambutannya ketua komiasriat UIN Mataram Andri, mengajak semua mahasiswa untuk tetap menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika. Menurutnya, negara saat ini sedang disusupi berbagai ancaman. Oleh karena itu. “mari kita satukan gagasan kita untuk tetap mempertahankan kesatuan NKRI,” ajaknya.

Selanjutnya Ketua Badko Bali Nusra Arif Kurniadin, pada sambutan awalnya ia beri apresiasi kepada Komisariat UIN mataram yang sangat luar biasa bisa hadirkan Tokoh Nasional.

“saya sangat apresiasi kepada teman-teman komisarit uin mataram, adakan dialog publik dengan hadirkan Tokoh Nasional,” tuturnya.

Selanjutnya Arif mengatakan bahwa, lewat diskusi ini akan mengkaji tentang persoalan-persoalan bangsa, dan hadirnya narusumber ini bisa memberikan konsep untuk menjunjungi nilai yang terkandung dalam pancasila. “Supaya kita tidak dapat terpecahkan oleh ancaman-ancaman idiologi dunia yang dapat merusak bangsa kita,” tambanya.

Memasuki meteri, pada penyampaian materi pertama DPR RI Sari yuliati mengatakan bahwa, Bangsa ini dibentuk melalui proses yang panjang, dengan berbagai gagasan untuk merumuskan satu pegangan bernegara yaitu Pancasila.

“Sejarah pancasila tidak semerta langsung ada, namun dengan proses yang sangat panjang,” tuturnya.

Selanjutnya bunda Sari sapaan akrabnya, mengatakan bahwa di seluruh dunia hanya Indonesia yang berbeda Ideologinya.

“Yang membedakan kita dengan negara lain adalah pancasila, bahkan negara lain pun mengagumi kesaktian pancasila,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, di Indonesia hanya satu ideologi yaitu pancasila. Selain dari pada ideologi pancasila itu haram di berlakukan di indonesia. hal itu diatur dalam ketetapan MPR tentang pelarangan Ideologi Komunis, Lenin dan Lainnya.

Kader Golkar ini, beri apresiasi kepada Komisariat UIN Mataram, karena telah mengadakan diskusi publik yang mengulangi sejarah. Menurutnya, waluapun idiologi komunis sudah tidak eksis namun didalam pikiran masih terawat.

“Terimaksih kepada adek-adek telah mengadakan diskusi ini. Meskipun orang bilang komunis ini sudah usang, tetapi ini adalah pikiran, sehingga mekipun usang tetapi ada dalam pikiran,” pungkasnya.

Selanjutnya penyampaian narasumber kedua H. Zulkifli, bahwa merawat sejarah itu penting, dan itu harus diketahui dan diceritakan selama tidak melanggar regulasi.

“Tidak ada yang perlu kita khawatirkan tentang idiologi komunis, tetapi tidak boleh untuk menutup buku. Justru sebua karya itu harus di pelajari dan dipahami,” Jelasnya.

Terakhir ia berpesan bahwa memperbanyak baca, seimbangkan bacaan, yaitu agama dan ilmu ilmu lain. “Jangan sampai hanya utamakan ilmu lain daripada agama, Sehingga itu akan menimbulkan kehilangan fondasi kita,” tutupnya. (Eko)