Garuda Muda NTB Gelar FGD

Garuda Muda NTB Gelar FGDReviewed by adminon.This Is Article AboutGaruda Muda NTB Gelar FGDMataram – Garuda NTB yang baru dibentuk dan diprakarsai oleh Muhammad Naim beberapa minggu yang lalu mengelar Form group discusion (FGD) di Cafe Hang Out jumat (27/10/2017) malam sebagai awal dibentuknya lembaga taktis IMBI mataram tersebut mengankat issue “Refleksi gerakan pemuda dalam meningkatkan nasionalisme” Sebagai pembuka, FGD ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan […]

Mataram – Garuda NTB yang baru dibentuk dan diprakarsai oleh Muhammad Naim beberapa minggu yang lalu mengelar Form group discusion (FGD) di Cafe Hang Out jumat (27/10/2017) malam sebagai awal dibentuknya lembaga taktis IMBI mataram tersebut mengankat issue “Refleksi gerakan pemuda dalam meningkatkan nasionalisme”

Sebagai pembuka, FGD ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Padamu negeri. Dalam mengawali diskusi, Ketua Ikatan Mahasiswa Bima (IMBI) Mataram dalam sambutannya mengajak pemuda dan mahasiswa untuk ikut terlibat dalam mengawal pembangunan bangsa khususnya pemuda dan mahasiswa di NTB.

“Sebagai pemuda kita mesti menjadi garda terdepan untuk mengawal kebijakan pemerintah”, Ajaknya semangat.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kelompok mahasiswa sekarang dibatasi ruamg geraknya dengan disahkannya UU no 2 tahun 2017 tentang oraganisasi masyarakat yang diundangkan beberapa hari yang lalu. Bahwa, katanya, dengan UU itu kelompok mahasiswa dibatasi ruang geraknya dalam mengkritik pemerintah, “ini tidak boleh dibiarkan kita harus bangkit”, tegasnya.

Pantauan detikntb.com, Sekretaris Jenderal Front Perjuangan Rakyat Irfan, S.Sos pembicara pertama memulai pembicaraan dengan menyajikan sejarah pemuda dimulai pada 1928 sebagai awal semangat bangkitnya pemuda dalam melakukan perlawanan terhadap penjajah hingga peran pemuda dalam memproklamirkan kemerdekaan smapai pada diculiknya presiden Soekarno pada 24 Oktober 1945.

“Pemuda berperan penting dalam mengawal bangsa ini sampai diculiknya Soekarno di Rengasdengklok untuk cepat memproklamirkan kemerdekaan Indonesia bahwa kemerdekaan bukan sebagai sebuah to pemberian melainkan hasil jerih payah Pemuda”. Jelasnya.

Sementara pembicara kedua dari aktivis HMI Muhammad Ikhsanul Yakin, M.Pd menyajikan tentang bagaimana peran pemuda di dunia dan surplus pemuda produktif di dunia sebagai penggerak perubahan sosial. Bahwa pemuda tambahnya harus berperan besar terhadap perubahan sosial.

“Pemuda harus berperan besar dalam perubahan sosial”. Ajaknya tegas.

Lebih lanjut, ia menyayangkan peran KNPI terkikis disebabkan tidak diakomodirnya para pemuda produktif sebagai tanggung jawab KNPI dalam mengakomodir. “KNPI sebagai sebuah organisasi pemuda nyaris tidak punya peran di tengah carut marutnya persoalan bangsa hari ini”, sentilnya santai.

Diskusi yang dihadiri oleh mahasiswa berbagai kampus dan organiaasi berakhir tengah malam (23.30 wita) dan ditutup secara resmi oleh moderator. (ibl)