500 Ulama Dunia Akan Hadiri Konferensi Internasional Moderasi Islam di NTB

500 Ulama Dunia Akan Hadiri Konferensi Internasional Moderasi Islam di NTB
Foto : Ketua pantia KIMI, TGH Fauzan Zakaria usai jumpa pers di Kantor Gubernur, Selasa (24/07)

Mataram,- Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) krmbali menjadi tuan rumah Konferensi Internasional Moderasi Islam (KIMI) untuk yang kedua kalinya. Kegiatan yang mengambil tema Mederasi Islam dalam Perspekif Ahlussunah Wal Jamaah tersebut, akan dilaksanakan di Islamic Center NTB, Kota Mataram pada 26 – 29 Juli mendatang.

Ketua pantia KIMI, TGH Fauzan Zakaria mengatakan, kegiatan konferensi ini terselenggara atas kerjasama Pemprov NTB dengan Forum Komunikasi Alumni Timur Tengah NTB dan organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia.

“Nantinya ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan selama konfrensi ini, diantaranya adalah seminar dan diskusi tentang pemahaman Islam moderat,” katanya, saat jumpa pers di Kantor Gubernur NTB, Kota Mataram, Selasa (24/7/2018).

Fauzan menjelaskan, tujuan diadakannya konferensi ini sebagai tindak lanjut dari kegiatan yang sama di tahun 2017. Ia memaparkan, dalam konferensi ini akan menggali dan mengembangkan nilai-nilai Islam yang mederat, toleran, ramah serta damai seperti tercermin dalam Wasathiyyat Islam dalam rangka menangkal pahal radikalisme.

Lebih jauh, Ia mengatakan, tujuan konferensi ini juga akan menghadirkan konsep Wasathiyyat Islam dan implementasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Selain itu konferensi ini mempunyai tujuan untuk mengukuhkan pandangan Ahlussunah Wal Jamaah yang bercirikan moderat dalam pemikiran dan sikap keberagamaan,” paparnya.

Konferensi Internasional Moderasi Islam (KIMI) di NTBini akan dihadiri oleh 500 ulama tersohor di negaranya 100 di antaranya adalah dari Indonesia dari 21 negara, diantaranya Indonesia, Mesir, Libya, Suriah, Irak, Lebanon, Yaman, Sudan, Maroko, Tunisia, Malaysia, Aljazair, Negeria, India, Pakistan, Rusia, Brunei Darusalam, Ukraina, Rusia, Timor Leste, Thailand serta Singapura.

(IBA)