Ribuan Peserta Rimpu Mbojo Penuhi Taman Budaya NTB

Ribuan Peserta Rimpu Mbojo Penuhi Taman Budaya NTB
Foto : Ribuan Mahasiswa/Mahasiswa Mbojo Mataram sedang menyanyikan lagu Indonesia Raya pada pembukaan Festival Budaya Rimpu Mbojo, Kamis (29/07) siang di Taman Budaya NTB

Mataram,- Ribuan peserta parade budaya rimpu Mbojo memenuhi Taman Budaya NTB di Kota Mataram, Minggu (29/07) pagi, setelah sebelumnya jalan kaki dengan memakai Rimpu (adat Bima/Mbojo) dimulai dari halaman Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB finis di Taman Budaya NTB. Para peserta tersebut adalah seluruh mahasiswa dan Pemuda Bima, Dompu dan Manggarai yang tergabung dalam suku Mbojo.

Dalam sambutannya, ketua Panitia festival budaya suku Mbojo Sahrul Juliadin menyampaikan bahwa acara tersebut adalah bagian dari semangat para mahasiswa dan pemuda yang menghidupkan kembali budaya Mbojo yang tergerus oleh zaman.

“Terima kasih kepada teman-teman mahasiswa/mahasiswa Bima, Dompu dan Manggarai yang telah mensuskseskan parade budaya ini”, salut ketua Panitia dalam sambutannya, Minggu (29/07) siang.

Menurutnya, kegiatan serupa seperti ini bisa dilanjutkan untuk periode yang akan datang. Sebagai ketua Panitia ia merasa bangga dan bahagia parade rimpu ini diikuti oleh seluruh mahasiswa dan para sesepuh Mbojo di Mataram termasuk anggota DPRD Provinsi NTB Misfalah dan sesepuh Bima Lainnya.

Foto : Peserta rimpu Mbojo

Sementara ketua Ikatan Mahasiswa Bima Mataram Muhammad Naim menyampikan bahwa dalam suatu negara jika budaya dan kearifan lokalnya mati maka negara dan bangsa tersebut tidak memiliki kekayaan budaya yang menjadi kebanggaannya.

Mbojo menurutnya adalah suku yang ada di wilayah Bima, Dompu dan Manggarai. Sebab tambahnya tiga willayah yang berbeda wilayah adiminstrasinya tersebut termasuk daerah timur Bima yakni Manggarai NTT pernah dalam satu kesatuan yang tergabung dalam suku Mbojo.

“Ini bukti bahwa suku Mbojo tidak bisa terpisahkan dari Bima, Dompu dan Manggarai. Anggarannya dari kegiatan ini murni dari IMBI Mataram sendiri dan pihak lain yang tidak mengikat tanpa campur tangan dari pemerintah daerah”, ucap Ketua IMBI Mataram Na’im.

Foto : Peserta dan pengurus IMBI Mataram di atas panggung

IMBI Mataram jelasnya, akan melakukan Musyawarah Besar (Mubes) pada akhir tahun 2018 karena telah selesai masa kepengurusannya.

Ia berharap, persatuan dan kesatuan tersebut bisa dipelihara dengan baik dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Sementara sesepuh Mbojo Dr Muhammad menilai bahwa kegiatan parade budaya Rimpu Mbojo tersebut sangat luar biasa. “Ini menjadi kebanggan bagi kita semua yang ada di Bima, Dompu dan Manggarai”, pungkas dosen ekonomi Unram ini.

Drs H Ali Rahim sebagai perwakilan dari Rukun Keluarga Bima (RKB) Pulau Lombok dalam sambutannya berharap kepada seluruh Mahasiwa Bima, Dompu dan Manggarai yang kuliah di Kota Mataram untuk tetap menjaga nama baik daerah. Setelah menyampaikan sambutan Ketua PGRI NTB ini langsung membuka acara secara resmi.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmaa nirrahiim, acara Festival Parade Rimpu Mbojo ini saya buka”, kata Ali.

Untuk diketahui acara ini akan dilaksanakan sampai 3 hari ke depan dengan berbagai mata lomba yang serta memperebutkan hadiah puluhan jutaan rupiah.

(IBA)