Inilah Sosok di Balik Suksesnya Festival Rimpu di Monas Jakarta

Inilah Sosok di Balik Suksesnya Festival Rimpu di Monas Jakarta
Foto : Ketua Panitia Festival Rimpu Bima-Dompu AKBP Ruslan H Idris, S.Sos.,MH

Jakarta,- Mungkin hanya sebagian yang tahu siapa sosok di balik suksesnya Festival Rimpu di silang Monumen Nasional (Monas) Jakarta, 15 Juli 2018 kemarin.

Kegiatan yang diperkirakan dihadiri lebih dari puluhan ribu masyarakat Bima-Dompu yang tersebar se-Jabodetabeka tersebut dihadiri oleh Sekretariat Daerah Provinsi NTB Ir Rosiady H Sayuti dan rombongan serta kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu M Faozal dan Rombongan.

Hadir juga Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri dan rombongan, Bupati Dompu H. Bambang M Yasin dan Rombongan dalam memeriahkan acara kegiatan berskala nasional dan pertama dilaksanakan di Monas tersebut.

Dia Adalah AKBP Ruslan H Idris, S.Sos.,MH. Sosok inilah yang menjadi magnet kuat yang mampu menyelenggarakan festival yang dihadiri oleh puluhan ribu orang tersebut dengan aman, tertib dan sesuai rencana.

Siapa sosok AKBP Ruslan H Idris, S.Sos, MH Sebenarnya?

AKBP Ruslan H Idris ini lahir 7 November 1972 di Desa Tonggorisa Kecamatan Palibelo Bima Nusa Tenggara Barat anak dari pasangan Idris dan Siti Baena. Anak pertama dari 6 (enam) bersaudara yang saat ini berpangkat AKBP tersebut sebelumnya pernah menjabat Kapolsek Cengkareng Jakarta Barat April 2010 hingga September 2011.

Alumni SPMD APMD Yogyakarta 1986 ini pernah bertugas sebagai Satgas OPS PAM AMM di Aceh Agustus tahun 2005-2006 mendapat pangkat Komisaris Polisi 1 Juli 2009.

Ruslan lulusan SEMA PA PK ABRI tahun 1997 ini semasa kecil mengecam pendidikan di Sekolah Dasar Inpres Tonggorisa tamat tahun 1987. Setelah menyelesaikan studi di SMP N 4 Bima tahun 1989 kemudian melanjutkan pendidikan menengah pada salah satu sekolah menengah swasta di Bima di SMA Sinar Jaya Bima dan tamat tahun 1991.

Bapak dua orang anak hasil pernikahannya dengan Bripka Setyati Nurwatiningsih menyelesaikan pendidikan Master bidang Hukum pada Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLA Jakarta lulusan tahun 2009.

Ayah dari Icha Febriyanti R dan Athaya Aprilianti R sebelum memegang jabatan Penyidik Unit IV/TIPIKOR Krimsus PMJ 22 Maret 2006 menjabat sebagai Wakil Kapolsek Pelabuhan Kalibaru hingga Februari 2006.

Selama menjalankan tugas sebagai pelayan masayarakat telah menerima beberapa tanda jasa diantaranya Satya Lencana Kesatrya Tamtama, Satya Lencana Dharma Nusa, Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun.

Mendapatkan karir gemilang Ruslan tidak melupakan begitu saja sumber daya manusia tanah kelahirannya. Dalam kerasnya kehidupan di ibukota Jakarta, Ruslan menampung anak-anak daerah Bima khususnya Desa Tonggorisa dengan mendirikan sebuah klub sepakola Rona Masa FC.

Tidak hanya cukup sampai di situ, Sosok yang berpangkat AKBP ini juga sering menjadi inisioator para penyanyi lokal dari Bima dan Dompu jika berkompetisi di Jakarta. Sebut saja Eka Bima di KDI 3, Anggun Bima DA3, Adi Bima DA2 dan sederetan artis-artis lokal lainnya dan semuanya itu sukses karena tangan dinginnya. Semoga beliau menjadi inspirasi kita semua.

Foto : Warga masyarakat Bima Dompu Jakarta tumpah ruah di Monas

Kembali ke festival Rimpu tadi. Menurutnya kegiatan serupa pernah dilaksanakan di Tangerang 2016 diselenggarakan oleh FOKKA, namun menurutnya kegiatan tersebut hanya cakupannya kurang luas. Dari pengalaman tersebut, beberapa sesepuh dan para tokoh Bima Dompu dibuatlah kegiatan di Monas yang cakupannya lebih luas dan bergaining, sehingga membentuk kepanitiaan bersama untuk melaksanakan acara rimpu terbesar di Jakarta tersebut.

“Rapat penentuan panitia secara aklamasi langsung menunjuk saya sebagai ketua panitia”, jelas Ruslan di media ini via whatsaap, Rabu (18/07) siang.

Dalam penentuan dirinya sebagai ketua panitia rimpu tersebut, Ia teringat 25 tahun yang lalu. Kepada media ini, Ia menceritakan bahwa seluruh biaya kuliahnya tersebut dari hasil menenun (muna, bahasa bima, red) ibundanya yang dibantu oleh adiknya di kampung.

“Ibu menenun pagi, siang dan malam buat bayar kuliah saya, rupanya tuhan (Allah) menunjukkan rahasianya 25 tahun silam, ternyata saya ditunjuk untuk menggelar acara festival rimpu yang bahan dasarnya adalah tembe (sarung) tenunan masyarakat Bima Dompu”, cerita sosok berpangkat AKBP tersebut.

Ke depan, Ia berharap kepada pemerintah daerah menjadikan kegiatan tersebut sebagai kegiatan tahunan atau rutin dilaksanakan.

“Kita berharap pemerintah daerah dapat menjadikan festival rimpu ini sebagai kegiatan rutin”, harapnya.

Penulis : Ibrahim Bram Abdollah