Festival Rimpu Ingin Dibubarkan, Politisi Partai Hanura Geram

Festival Rimpu Ingin Dibubarkan, Politisi Partai Hanura Geram
Foto : Politisi Partai Hanura Abdul Heris

Jakarta,- Festival Rimpu yang digelar tadi pagi, Minggu (15/07) di Monas, mendapat perhatian serius dari masyarakat khususnya masyarakat Bima -Dompu yang ada di jakarta. Acara yang digelar dengan tujuan untuk memperkenalkan pakaian adat masyarakat Bima-Dompu ke tingkat nasional ini, menghadirkan Bupati Bima dan Bupati Dompu.

Namun sayangnya, acara Festival tercederai oleh segelintir mahasiswa yang ingin membubarkan kegiataan. Nampak, salah satu mahasiswa mengangkat kertas warna merah saat Bupati Dompu ingin nyampain sambutan. Tidak ada yang tau maksud dan tujuan dari mahasiswa tersebut.

Salah satu politisi Hanura Kabupaten Bima yang berada dilokasi, cukup geram dengan sikap mahasiswa tersebut. Menurutnya, ulah oknum mahasiswa tersebut bikin malu di tengah euforia masyarakat yang menyambut kegiataan.

Lebih lanjut, Abdul Haris mengatakan oknum tersebut tidak memahami arti kritikan secara substansial. Tindakan tersebut seperti orang yang tidak sekolah saja.

“Acara itu bagus dalam upaya memperkenalkan Bima ditingkat nasional. Memperkenalkan Bima dengan segala Budaya yang melekat dalam kebimaan kita. Seharusnya, mahasiswa itu mendukung malah bukan ingin membubarkan. Itu benar-benar tindakan memalukan” ucap Haris dengan nada serius.

Melalui telpon selular, Ketua OKK Hanura Kab. Bima ini juga meminta kepada oknum mahasiswa tersebut agar belajar dan memperbanyak lagi baca buku. Menurutnya, itu penting agar mahasiswa yang bersangkutan mengerti dengan betul tugas dan fungsinya sebagai mahasiswa.

“Baiknya dia belajar dan baca buku yang benar. Supaya dalam mengkritik memiliki substansi. Bukan asal kritik dan bertindak kaya orang tidak berpendidikan” lanjutnya.

Terkait dengan kehadiran Bupati Bima dalam Festival tersebut, A. Haris mengatakan itu sesuatu yang wajar. “Setiap kegiatan masyarakat, Bupati wajib menghadiri jika Bupati ada waktu dan kesempatan” timpalnya.

A. Haris sangat menyesalkan dan mengecam tindakan oknum mahasiswa yang punya niat membubarkan acara Festival Rimpu di Monas. Terlebih Haris mempertanyakan soal keberatan Mahasiswa terhadap kehadiran Bupati dalam acara tersebut. Dia heran, kehadiran Bupati di Monas bukannya di syukuri malah dipertanyakan. Sehingga dengan nada tegas A. Haris mempertanyakan balik sikap mahasiswa.

“Tunjukan ke saya, salah Bupati dimana.?” tanyanya dengan tegas.

(IBA)