Festival Budaya Digelar, Konflik Sesama Mbojo di Mataram Punah

Festival Budaya Digelar, Konflik Sesama Mbojo di Mataram Punah
Foto : Ribuan penonton memadati gelanggang Teater Weejack Taman Budaya NTB, Rabu (01/08) malam.

Mataram,- Maraknya konflik yang terjadi selama bertahun-tahun di Mataram yang pernah disematkan oleh masyarakat luas khususnya masyarakat Lombok terhadap mahasiswa dan pemuda Dompu, Bima maupun Bima Kota yang tergabung dalam suku Mbojo yang kuliah di Mataram kandas atau punah.

Betapa tidak, konflik tiap tahun yang pernah mewarnai Pulau Lombok khususnya Kota Mataram sebagai pusat pendidikan hari ini telah usai.

Menurut catatan detikntb.com, tiga tahun terakhir ini konflik yang disebabkan oleh persoalan yang tidak substansial tersebut sedikit terurai apalagi sekarang disatukan oleh kegiatan festival seni dan budaya yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Bima (IMBI) Mataram di gelanggang Teater Weejack Taman Budaya NTB di Kota Mataram pada tanggal 29 Juli – 02 Agustus 2018. Di sini mahasiswa dari 3 kabupaten/kota yakni Dompu, Bima dan Kota Bima bahkan Manggarai NTT pun ikut memeriahkan acara tersebut.

Kegiatan Parade Rimpu dan Festival Seni Budaya Mbojo dengan tajuk “Bima, Dompu, Manggarai Dalam Bingkai Suku Mbojo” tersebut memberikan kesan tersendiri bagi para penonton yang hadir.

Salah seorang penonton sekaligus senior dari kecamatan Lambu Kabupaten Bima Abdul Muis saat dimintai tanggapannya menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan kesan tersendiri bagi dirinya. Bahwa acara seni dan budaya yang dipentaskan oleh Mahasisiwa Mbojo di Kota Mataram tersebut benar-benar damai dan aman tanpa adanya konflik.

Foto : Suasana penonton dari 3 kabupaten Kota

“Dulu pernah diadakan acara serupa namun konfliknya tiap hari sepanjang acara itu berlangsung bahkan pernah salah satu acara Mubes IMBI Mataram tidak dilanjutkan karena perkelahian yang tak kunjung usai”, terang orang yang sering bersama mantan Calon Wakil Gubernur NTB ini pada detikntb.com, Rabu (01/08) malam saat menonton Parade Rimpu dan Festival Seni dan Budaya Mbojo bersama ribuan mahasiswa Mbojo.

Namun hari ini katanya, semua itu hilang karena disatukan oleh pentas budaya yang diselenggarakan oleh IMBI Mataram di bawah kendali Muhammad Naim serta ketua pantianya Sahrul Juliadin.

Hal serupa diungkapkan oleh salah seorang senior dari Kota Bima, Aci Guevara, bahwa acara tersebut sangat menarik sebab menghadirkan suasana baru dan bisa menyatukan mahasiswa dari kecamatan Sape, Lambu, Belo, Donggo dan sebagian mahasiswa Dompu serta Kota Bima yang kerap dianggap mewarnai dunia persilatan di Kota Mataram.

Foto : Panitia, Dewan Juri dan sebagain peserta Festival Mbojo

“Saya bersyukur hari ini mereka akur, berteman karena disatukan oleh acara ini. Semoga suasana keakraban seperti ini tetap berlanjut dan dijaga oleh kita semua suku Mbojo”, ucap Aci di tengah ribuan penonton yang hadir.

Pantauan media ini di lokasi kegiatan, memang terlihat ribuan penonton mengadiri kegiatan Parade Rimpu dan Festival Seni Budaya Mbojo tersebut dengan suasana yang penuh keakraban, tertawa lepas, sesekali bersorak keras ribuan penonton karena disuguhkan oleh drama khas Mbojo yang dipentaskan oleh peserta dari Forum Mahasiswa Langgudu (Formal) Mataram dan beberapa mata lomba lainnya yang tak kalah menarik.

Untuk diketahui bahwa acara ini akan digelar sampai malam ini, Kamis (02/08) malam dan langsung dibagikan hadiah pada para juara dari berbagai mata lomba yang dilombakan.

(IBA)