Tim Sengketa Pilkades Dinilai Sengaja Ulur Waktu

Tim Sengketa Pilkades Dinilai Sengaja Ulur WaktuReviewed by adminon.This Is Article AboutTim Sengketa Pilkades Dinilai Sengaja Ulur WaktuRatusan Warga yang tergabung dalam Front Perjuangan Masyarakat (FPM) Desa Mangge Na.e kembali melakukan aksi unjuk rasa terkait dugaan kecurangan pada proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, 23 November 2017 lalu. Unjuk rasa yang digelar di halaman kantor Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab. Dompu, Rabu (13/12) merupakan kali ketiga mereka lakukan. Mereka menuntut tim sengketa pilkades […]
Foto : Massa Aksi saat melakukan demonstrasi di depan kantor sekretaris daerah Dompu

Ratusan Warga yang tergabung dalam Front Perjuangan Masyarakat (FPM) Desa Mangge Na.e kembali melakukan aksi unjuk rasa terkait dugaan kecurangan pada proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, 23 November 2017 lalu.

Unjuk rasa yang digelar di halaman kantor Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab. Dompu, Rabu (13/12) merupakan kali ketiga mereka lakukan. Mereka menuntut tim sengketa pilkades agar transparan dan mengungkap sejauh mana proses itu sudah dilakukan.

Koordinator aksi, Alan Wahyudin, dalam orasinya mengatakan bahwa tim sengketa sengaja mengulur-ulur waktu untuk menuntaskan pengaduan masyarakat Desa Mangge Na.e. Karena sudah tiga kali melakukan unjuk rasa, namun jawabannya tetap sama yakni masih dalam proses. Sementara batas waktu sengketa pilkades sudah hampir habis.

Setelah melakukan orasi, massa aksi kemudian diterima oleh Kabag Humas Setda Dompu, Ardiansyah SE. Di hadapan ratusan warga itu, Ardiansyah menjelaskan bahwa pengaduan masyarakat terkait sengketa pilkades yang terjadi di Desa Mangge Na’e tetap akan diproses dan ditindaklanjuti.

Ardiansyah menegaskan, tidak ada niat Pemkab. Dompu sengaja mengulur waktu menyelesaikan masalah sengketa pilkades. Sejauh ini, tim sengketa pilkades sudah melakukan klarifikasi dengan panitia pemilihan di desa. Setelah melakukan klarifikasi selanjutnya akan diplenokan dalam rapat panitia dan hasilnya akan direkomendasikan kepada Bupati sebagai dasar pertimbangan untuk mengambil keputusan.

Ratusan warga Mangge Na’e merasa tidak puas atas jawaban yang mereka dapatkan. Sebelum membubarkan diri, mereka mengancam akan kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan jumlah massa yang lebih besar. (51)