Tangkal Radikalisme, Ketua GMNI Minta Pemerintah Perbanyak Jam Pelajaran Pancasila

Tangkal Radikalisme, Ketua GMNI Minta Pemerintah Perbanyak Jam Pelajaran PancasilaReviewed by adminon.This Is Article AboutTangkal Radikalisme, Ketua GMNI Minta Pemerintah Perbanyak Jam Pelajaran PancasilaMataram (DetikNTB.Com),- Dewan pimpinan Cabang Gerakan mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Mataram menggelar dialog Kebangsaan yang bertajuk ‘Radikalisme dan Konsep Khilafah Ditinjau dari Mitologi Berbangsa dan Bernegara’. Dari kegiatan tersebut menurut Ketua DPC GMNI Kota Mataram, Al Mukmin menjelaskan bahwa isu nasional selalu digiring pada isu gerakan-gerakan radikal. Salah satunya adalah munculnya ideologi khilafah yang […]
Foto: Foto: Ketua GMNI Kota Mataram, Al Mukmin bersama ketua-ketua OKP di Kota Mataram foto bersama usai dialog di Mataram

Mataram (DetikNTB.Com),- Dewan pimpinan Cabang Gerakan mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Mataram menggelar dialog Kebangsaan yang bertajuk ‘Radikalisme dan Konsep Khilafah Ditinjau dari Mitologi Berbangsa dan Bernegara’.

Dari kegiatan tersebut menurut Ketua DPC GMNI Kota Mataram, Al Mukmin menjelaskan bahwa isu nasional selalu digiring pada isu gerakan-gerakan radikal. Salah satunya adalah munculnya ideologi khilafah yang bertentang langsung dengan keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Namun kemudian, pihaknya menegaskan bahwa memahami radikalisme bukan pada konteks ideologi saja tapi juga harus dipahami melalui gerakan-gerakan kecil. Sebab Pada akhirnya akan berefek kepada rakyat kecil kebawah yang memunculkan konflik komunal, ras dan agama.

“Bahwa keberadaan oganisasi kepemudaan dan kemahasiswa agar rutin melakukan kajian-kajian ilmiah dengan cara silahturahmi agar persatuan itu bisa kita dapat lewat hal-hal yang kecil,” ujarnya saat menyampaikan sambutan, Kamis (6/2) siang di Aula Kesbangpoldagri NTB di Mataram

Menurut orang nomor satu di GMNI Kota Mataram ini bahwa tugas pemerintah dalam menangkal dari isu radikalisme dan konsep khilafah adalah memperbanyak jam pelajaran di lembaga pendidikan formal dari SDN sampai perguruan tinggi yang memuat tentang wawasan kebangsaan doktrin ideologi pancasila.

“Itu harus dilakukan agar meminimalisir penyebaran paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila kita,” ajak pria kelahiran Bima ini.

Acara tersebut dihadiri ratusan peserta sejumlah OKP di Kota Mataram yang tergabung dalam Cipayung Plus serta dihadiri oleh narasumber antara lain dari Ketua Musyawarah Kerja Sama Antar Gereja NTB, Pendeta Dr. Hasanema Wau, M.Th. dan sejumlah narasumber terkait lainnya. (Iba)