Tangani Pohon Tumbang, BPBD Lobar Tak Ingin Jadi Tukang Cukur

Tangani Pohon Tumbang, BPBD Lobar Tak Ingin Jadi Tukang CukurReviewed by adminon.This Is Article AboutTangani Pohon Tumbang, BPBD Lobar Tak Ingin Jadi Tukang CukurLombok Barat,- BPBD Lombok Barat (Lobar) tindaklanjut himbauan penanganan pohon tumbang akibat cuaca buruk. Tingginya intensitas hujan disertai angin kencang. Namun, kerap kali aktivitas petugas lapangan dari BPBD ini, tertambat minimnya perangakat alat pemotong serta kualitas alat ini kecil dan masih dalam ukuran standar. Sehingga dalam eksekusi batangan pohon pohon besar, memakan waktu dan berkepanjangan. […]
Foto: Kepala BPBD Lobar H. Moch Najib

Lombok Barat,- BPBD Lombok Barat (Lobar) tindaklanjut himbauan penanganan pohon tumbang akibat cuaca buruk. Tingginya intensitas hujan disertai angin kencang. Namun, kerap kali aktivitas petugas lapangan dari BPBD ini, tertambat minimnya perangakat alat pemotong serta kualitas alat ini kecil dan masih dalam ukuran standar. Sehingga dalam eksekusi batangan pohon pohon besar, memakan waktu dan berkepanjangan.

Kepala BPBD Lobar H. Moch Najib yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan, Kondisi cuaca buruk dengan intensitas tinggi diakuinya akhir ini mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dikawasan Lobar dengan berbagai ukuran besar. Kebanyakan pohon tumbang mengenai dan menghadang jalan jalan umum yang ada.

BPBD katanya banyak melakukan evakuasi batangan pohon yang mengenai fasilitas fasilitas umum, mengenai jalan jalan protokol bahkan mengenai area lahan padi. Semua sudah tertangani.

“Pohon pohon tumbang banyak mengenai dan menghadang jalan hingga menyebabkan aktivitas pengguna jalan terhambat dan macet. Misalnya di jalan menuju ke Lembar, jalan lintas Gerung di Dasan Geres. Namun dari pasukan kita sudah prioritaskan untuk menindaklanjutinya jangan sampai berkepanjangan,” urainya.

Lebih jauh dikatakannya, kerap kali dilapangan disaat eksekusi hadangan pohon, pihaknya selalu kesulitan dan kewalahan jika kebetulan hadapi pohon yang besar. Kesulitan ini dikarenakan kecilnya perangkat mesin yang masih standar. Sehingga proses eksekusi dan evakuasi pohon tumbang memakan waktu panjang.

“Alat pemotong kami disini terlalu kecil dan masih menggunakan ukuran standar. Ini yang menjadi kendala kami di lapangan,” ungkapnya.

Sejauh ini lanjut dia, pihaknya hanya menggunakan alat yang standar dengan jumlah yang masih minim. Untuk itu pihaknya melakukan upaya untuk lobi untuk meminta dari pusat dalam rangka menghadapi persolan ini.

Terkait dengan sarpras seperti gergaji mesin disini katanya hanya enam yang kita punya, itupun alatnya dengan ukuran kecil. Jumlah ini masih sangat minim terutama pengadaan alat pemotong pohon. Mestinya alat ini minimal kita punya tiga sampai empat gergaji untuk ukuran besar.

“Tapi Alhamdulillah biar alat pemotongnya kecil, semua bisa diselesaikan walaupun agak lamban. Kalau yang memenuhi standar alat yang digunakan, itu kecepatannya berbeda yang seharusnya kami bekerja dau jam, bisa diselesaikan sampai satu jam, begitu pula sebaliknya,” cetus Najib.

Ditanya masih banyaknya pohon rawan tumbang membahayakan yang belum hendak dipotong, Jika melihat tugas BPBD dalam hal inikan hanya membantu dalam kondisi darurat. Namun secara teknis ada di wewenang dinas teknis yang lain. Masasih BPBD semua memakai menejemen tukang cukur.

“Semua dikerjakan, mencukur pohon BPBD. Mau memotong pohon BPBD, padahal ada dinas lain juga ,” tukasnya.

Kalau yang terdampak kita sudah semua atasi supaya tidak menganggu fasilitas umum. BPBD ini kan menangani yang sifatnya kedaruratan. Tapi kalau yang sifatnya teknis tidak ada di kita karena secara teknis ada dinas teknis yang menangani misalnya Dinas Kebersihan.

“Jangan semua pohon pohon yang dianggap rawan membahayakan, masaq BPBD semua segalanya,” kesannya. (W@N)