Suasana Penyebrangan di Gili Sekotong Pasca Lebaran

Suasana Penyebrangan di Gili Sekotong Pasca LebaranReviewed by adminon.This Is Article AboutSuasana Penyebrangan di Gili Sekotong Pasca LebaranLombok Barat (DetikNTB.com),- Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi tentang keindahan Gili yang terletak di Sekotong, Lombok Barat. Bahkan, ada yang menjulukinya sebagai surga yang tersembunyi karena tempat tersembunyi di tengah laut sana dengan berbagai macam keindahannya, untuk sampai kesana cukup menyewa boat saja. Setelah terjadi gempa pada 2018 lalu, Pengunjung Gili sedikit sepi dan […]
Foto: Stand boat di pengangkut wisatawan di sejumlah Gili di Sekotong Lombok Barat

Lombok Barat (DetikNTB.com),- Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi tentang keindahan Gili yang terletak di Sekotong, Lombok Barat. Bahkan, ada yang menjulukinya sebagai surga yang tersembunyi karena tempat tersembunyi di tengah laut sana dengan berbagai macam keindahannya, untuk sampai kesana cukup menyewa boat saja.

Setelah terjadi gempa pada 2018 lalu, Pengunjung Gili sedikit sepi dan mulai berkurang. Karena, para penumpang masih takut dan trauma terhadap goncangan gempa tersebut apalagi jika berpotensi tsunami.

Tetapi, bertolak belakang pada minggu pertama setelah lebaran idul fitri kemarin sampai sekarang. Pengunjung menjadi lebih ramai yang ingin mengunjungi atau berburu sunset pada tiga Gili tersebut yaitu Gili Nanggu, Gili Sudak, dan Gili Kedis.

Dengan ramainya pengunjung tersebut tidak apa perubahan tarif yang diberikan, tarifnya masih sama yaitu Rp 300 ribu rupiah. Dengan tarif tersebut para pengunjung sudah dapat mengelilingi 3 Gili tersebut dengan waktu berjam-jam bahkan seharian penuh.

Membludaknya pengunjung setelah lebaran ini dikarenakan mereka ingin berlibur dan menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta dengan berwisata ke Gili tersebut.

Terkadang akibat banyaknya pengunjung, mereka harus mengantri untu dapat menaiki boat. Hal ini juga kadang membuat pemilik boat kewalahan.

“Pengunjung lebih ramai setelah lebaran dan jika pengunjungnya terlalu banyak yang antri, maka kami akan menelpon dan meminta mereka untuk menunggu terlebih dahulu” ujar Heru, pemilik boat.

Tak terkadang penumpang yang tak ingin menunggu lama akan mencari boat lain dan bagi yang mau menunggu, mereka tetap sabar menunggu sampai dijemput oleh boat tersebut. (Iba)