Saat UNBK, Wagub Rohmi Ingatkan Listrik Tak Boleh Padam

Saat UNBK, Wagub Rohmi Ingatkan Listrik Tak Boleh PadamReviewed by adminon.This Is Article AboutSaat UNBK, Wagub Rohmi Ingatkan Listrik Tak Boleh PadamMataram (Detik NTB),- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalillah memantau pelaksanaan hari pertama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri 6 Mataram, Senin (25/3). Dalam pemantauan itu, Wagub Rohmi didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, HM Suruji, Kepala SMK Negeri 6 Mataram, Ridha Rosalina, beserta tenaga pendidik di SMKN […]
Foto: Wagub NTB saat memantau UNBK SMK

Mataram (Detik NTB),- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalillah memantau pelaksanaan hari pertama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri 6 Mataram, Senin (25/3).

Dalam pemantauan itu, Wagub Rohmi didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, HM Suruji, Kepala SMK Negeri 6 Mataram, Ridha Rosalina, beserta tenaga pendidik di SMKN 6 Mataram.

Dalam proses pelaksanaan UNBK, Wagub Rohmi mengingatkan agar listrik dan jaringan jangan sampai terganggu atau mati. Ia meminta pihak penyelenggara mempersiapkan perangkat cadangan untuk memback up bila terjadi kemungkinan terburuk.

Hal itu untuk menjaga agar konsentrasi siswa jangan sampai teganggu, sehingga mereka dapat memanfaatkan waktu ujian dengan sebaik-baiknya.

“UNBK harus berjalan kondusif agar proses UNBK berjalan lancar tanpa kendala. Dan siswa-siswi juga nyaman dalam menjawab soal,’’ kata Wagub Rohmi.

Sementara itu, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Aidi Furqon menjelaskan, jumlah peserta yang mengukuti UNBK se-NTB sebanyak 20.531. Dan hingga hari ini belum ada laporan terkait data siswa yang berhalangan atau tidak mengikuti UNBK.

Dalam mengatasi masalah teknis seperti listrik padam, ia mengatakan sekolah telah menyiapkan genset untuk memback up agar tidak terjadi gangguan dalam pelasanaan UNBK.

Sedangkan untuk mengatasi masalah IT seperti jaringan dan kerusakan komputer, sekolah juga telah menyediakan komputer cadangan untuk mengganti komputer yang rusak.

‘’Khusus untuk siswa yang berada di lokasi terdampak gempa, pemerintah memberikan keringanan dengan mengurangi tingkat kesulitan soal ujian,’’ kata Aidi (Iba)