Proyeksi Pendidikan ‘NTB Gemilang’, Antara Harapan dan Kenyataan

Proyeksi Pendidikan ‘NTB Gemilang’, Antara Harapan dan KenyataanReviewed by adminon.This Is Article AboutProyeksi Pendidikan ‘NTB Gemilang’, Antara Harapan dan KenyataanPenulis: Salahudin Haden* “Posisi negara untuk menjamin mutu pendidikan berkualitas bagi generasi bangsa sangat begitu strategis” Dunia pendidikan adalah penentu kemajuan suatu bangsa. Kunci untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki daya saing baik secara daerah maupun secara global. Untuk itu standar kompetensi lulusan, muatan kurikulum, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana dan prasarana, […]

Penulis: Salahudin Haden*

“Posisi negara untuk menjamin mutu pendidikan berkualitas bagi generasi bangsa sangat begitu strategis”

Dunia pendidikan adalah penentu kemajuan suatu bangsa. Kunci untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki daya saing baik secara daerah maupun secara global. Untuk itu standar kompetensi lulusan, muatan kurikulum, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan dan pembiyayaan pendidikan harus terus diawasai dan di tingkatkan.

Tugas serta tanggung jawab negara baik di pusat maupun di daerah dalam menjalakan roda kepemerintahan sebagai pejabat publik harus sesuai dengan rule of the game yang tertuang dalam konstitusi negara, sebagai dasar mengambil kebijakan di sektor pendidikan.

Dalam batang tubuh Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia alinea ke empat salah satu telosnya negara adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa” yang kemudian dijabarkan dalam pasal 31 ayat 1 UUD RI yakni “setiap warga negara berhak mendapat pendidikan”.

Dari konsep dasar di atas kita bisa melihat posisi negara untuk menjamin mutu pendidikan yang berkualitas bagi generasi bangsa sangat begitu strategis. Dengan kata lain apapun latar belakang warga negara memiliki hak mengenyam pendidikan dan negara wajib memfasilitasi itu.

Ironisnya pendidikan di wilayah timur Provinsi NTB lebih khususnya Pulau Sumbawa dilihat dari optik empiris mengalami diskriminasi pendidikan yang begitu masif mulai dari pendidikan SD, SMP, SMA/SMK dan Universitas. Bagaimana tidak mulai dari tataran sarana dan prasarana yang memungkinkan untuk mengenyam pendidikan tidak diperhatikan dengan baik. Seharunya dana 20 persen yang diperuntukan di sektor pendidikan lebih difokuskan untuk menunjang sarana dan prasarana.

Langkah yang diambil oleh pemerintah Povinsi Nusa Tenggara Barat sebagi representatatif pemerintah pusat yang mengontrol serta memberikan kebijakan ke daerah melalui program “NTB Gemilang” yang fokusnya di sektor pendidikan sangat membantu generasi bangsa dalam mengenyam pendidikan, tapi patut disayangkan bahwa program NTB Gemilang hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang yang lolos melalui proses admintrasif nilai sehingga melahirkan the power effect di kalangan generasi yang benar-benar ingin mengenyam pendidikan yang lebih baik.

Pemerintah sebaiknya harus hadir sebagai solusi untuk menyelamatkan secara komprehensif pendidikan tanpa ada diskriminasi sepihak dalam membangun karakter anak bangsa melalui pendidikan.

*Penulis adalah aktivis HMI (MPO) Cabang Mataram

Editor: IBL