Peringatan HADI NW ke 66, Gubernur Zul Semangati Ribuan Santri

Peringatan HADI NW ke 66, Gubernur Zul Semangati Ribuan SantriReviewed by adminon.This Is Article AboutPeringatan HADI NW ke 66, Gubernur Zul Semangati Ribuan SantriMataram,- Lantunan doa-doa karangan dan susunan pendiri Nahdlatul Wathan (NW), Almagfurlah Maulanasyaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid, tersebut menggaung dan bergemuruh di seluruh nusantara, Sabtu (02/04). Saat itu acara puncak kegiatan hari jadi organisasi NW dirayakan oleh warga NW. Pembacaan Hizib NW dikomandoi TGH Ihsan Safar, dan diikuti di 24 provinsi di seluruh Indonesia melalui live […]

Mataram,- Lantunan doa-doa karangan dan susunan pendiri Nahdlatul Wathan (NW), Almagfurlah Maulanasyaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid, tersebut menggaung dan bergemuruh di seluruh nusantara, Sabtu (02/04).

Saat itu acara puncak kegiatan hari jadi organisasi NW dirayakan oleh warga NW. Pembacaan Hizib NW dikomandoi TGH Ihsan Safar, dan diikuti di 24 provinsi di seluruh Indonesia melalui live streaming. Kegiatan itu dipusatkan di Lapangan Sangkareang Kota Mataram NTB.

Hadir pada acara itu, Gubernur NTB, Zulkieflimasyah, Wakapolda NTB, Brigjend Pol. Tajudin, jajajran pemerintah provinsi dan kota/kabupaten, pengurus NW dari tingkat pusat hingga ranting dan ribuan jamaah NW.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB,  Zulkieflimansyah mengobarkan semangat ribuan santri Nahdlatul Wathan, di Lapangan Sangkareang. Gubernur mengobarkan semangat untuk menggetarkan dunia itu pada kegiatan itu.

Di hadapan Ketua PB NW, Hj. Sitti Raihanun, Tuan Guru Bajang KH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Astsani dan ribuan santri itu, gubernur menyampaikan semangat NW menggetarkan dunia sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi NTB saat ini. Yaitu menggetarkan dunia dengan mengirim para pemuda hebat NTB ke luar negeri, untuk menuntut ilmu di berbagai perguruan tinggi di belahan dunia itu.

“Menggetarkan dunia rasanya sejalan dengan visi baru Pemerintah Provinsi NTB. Saya ingin menghidangkan jiwa jiwa muda Nusa Tenggara Barat kepada sinyal sinyal perubahan di luar negeri,” tegas gubernur pada kegiatan yang mengambil tema ‘Nusantara Berhizib’ itu.

Zulkieflimansyah menegaskan ketika anak muda NTB berada di luar negeri, ketika berada dalam kesendirian, kesusahan, maka rasa persatuannya sangat tinggi. Dan ketika mereka kembali ke Indonesia mereka akan membangun negeri ini.

Gubernur juga meminta semua jamaah NW dan warga NTB pada umumnya untuk melihat dan memaknai pesta demokrasi ini sebagai hal yang biasa-biasa saja. Jangan sampai berbeda pilihan senyuman indah kita hilang di antara teman dan tetangga.

“Siapapun pemimpin kita ke depan tidak mungkin NTB dilupakan, untuk itu mari kita perkuat persatuan berbangsa kita,” pungkasnya.

Kapolda NTB melalui, Wakil Kapolda NTB Brigjend Tajudin, mengungkapkan bahwa wilayah NTB untuk sekarang ini sangat kondusif, sangat baik. Kita bisa melaksanakan berbagai aktivitas karena ada kondisi aman dan nyaman.

“Tidak mungkin kita bisa melaksanakan berkumpul seperti ini, kalau kamtibmas  yang tidak mendukung. Ini berkat kerjasama Bapak Ibu sekalian, sehingga kamtibmas kita yang kita harapkan selama ini sudah terwujud sampai sekarang ini,” ungkapnya.

Ke depan kondisi ini terus kita pertahankan seterusnya, karena keamanan masyarakt bukan hanya tanggungjawab polisi dan TNI, tapi seluruh lapisan masyarakat.

“Aparat kita sangat terbatas. Keamanan menjadi tanggung jawab bersama, sehingga pembangunan di NTB ini terus bisa berjalan dengan baik. Sebentar lagi ada Pemilu, kondisi kondusif ini harus terus kita pertahankan hingga pemilu berlangsung,”pungkasnya.

Dalam pidatonya, Ketua Umum PBNW almujahidah Hj St Raihanun Zainuddin AM, melalui Sekjen PBNW TGH Dr Abdul Muhyi Abidin, mengungkapkan bahwa hari jadi (HADI NW) ini digagas pertama kali oleh Ketua Umum PW NW NTB Tuan Guru Bajang Muhammad Zainuddin Atsani pada 2017 lalu. NW secara khusus merupakan milik warga NTB dan pada umumnya milik Indonesia dan umat Islam sedunia.

“Untuk itulah, mari kita jaga NW ini agar tetap jaya untuk menegakan Islam Ahlussunah wal jamaah demi kejayaan Islam dan keutuhan bangsa dan negara kita tercinta,” imbuhnya.

“Kepada warga NW mari kita amalkan ajaran-ajaran pendiri NW dan mengalkan prinsip-prinsip perjungan NW yaitu Yaqin, Ikhlas Istiqomah dan ketaatan kepada pemimpin. Konsep ajaran Sami’na wa Ato’na yang dicetuskan pendiri NW kepada warga NW adalah untuk menjaga ukhuwah dalam berorganisasi, sehingga mencapai tujuan bersama menegak panji-panji Islam melalui organisasi Nahdlatul Wathan,” sambungnya.

Tuan Guru Bajang KH Muhammad Zainuddin Atsani, dalam irsyadatnya, mengingatkan kepada warga NW bahwa pendiri NW Maulanasyaikh adalah seorang pemimpin para wali karena beliau sudah mengarang sebuah tariqat. Itu pertanda bahwa guru besar NWDI adalah ulama yang mendunia, bahkan negara sudah mengaku bagaimana perjuangan Maulanasyaikh sehingga Presiden RI pada 2017 lalu pendiri NW dinobatkan menjadi Pahlwan Nasional, satu-satunya di propinsi NTB ini. (Iba)