Meriahkan Hari Jadi Ke-6, Mogen Gelar Hunting Akbar

Meriahkan Hari Jadi Ke-6, Mogen Gelar Hunting AkbarReviewed by adminon.This Is Article AboutMeriahkan Hari Jadi Ke-6, Mogen Gelar Hunting AkbarLombok Barat,- Pesatnya perkembangan teknologi kamera saat ini membuat komunitas fotografi makin tubuh subur sering dengan perkembangan zaman. Hal inilah yang membuat Lombok Mogen membentuk wadah untuk Komunitas Fotografi dan Model untuk mengembangkan bakat dan kreasinya. Kepada awak media, Amren yang juga akrab dipanggil Amre menceritakan bahwa ia tak pernah mengira Lombok Mogen bisa tumbuh seperti […]
Foto: Personel Mogen saat merayakan di HUT ke-6 di Lombok Barat

Lombok Barat,- Pesatnya perkembangan teknologi kamera saat ini membuat komunitas fotografi makin tubuh subur sering dengan perkembangan zaman.

Hal inilah yang membuat Lombok Mogen membentuk wadah untuk Komunitas Fotografi dan Model untuk mengembangkan bakat dan kreasinya.

Kepada awak media, Amren yang juga akrab dipanggil Amre menceritakan bahwa ia tak pernah mengira Lombok Mogen bisa tumbuh seperti saat ini.

“Awal mulai terbentuknya Lombok Mogen bermula dari hoby moto sama teman teman fotografer. Lalu, saya coba mengamati perkembangan dunia fotografy. Mereka punya bakat, tapi seperti tidak ada yang mewadahi,” tutur Amre.

Melihat fenomena tersebut, ia membentuk suatu wadah tempat berkumpulnya para fotografer tanpa membedakan komunitas, genre maupun jenis kamera yang di gunakan yang nantinya bisa mengarahkan anak-anak muda yang memiliki hobi fotografi, agar kualitasnya makin membaik dalam berkarya.

Untuk itu, ia membentuk Lombok Mogen sebagai wadah yang menampung, tidak hanya fotografer, tapi juga model yang berminat menjadi bagian dari kegiatan fotografi.

“Di sini kita tidak membedakan siapa siapa. Tidak harus yang benar-benar fotografer dan model profesional baru boleh bergabung, asal gak modus aja”, pungkasnya.

Gelaran Anniversary ke enam ini sendiri di awali dengan lomba menggambar, lomba mewarnai dan lomba fashion show untuk kelompok usia Paud/TK, serta lomba fashion show untuk kelompok usia dewasa pada Sabtu, 13 Januari 2019. Di Giant Gegutu – Mataram.

Kegiatan Anniversary ke enam di tutup dengan hunting bareng fotografer dengan menurunkan enam model sekaligus. Di antaranya: Monica, Riri, Rima, Dewi Grace, Lingga dan Putri.

Sejak siang hari, ratusan fotografer dan model telah mendatangi lokasi acara. Para fotografer dan model tersebut tak hanya datang dari sekitar Mataram akan tetapi dari kota kabupaten se NTB. Mereka sengaja datang demi memeriahkan acara tersebut.

“Inilah yang membuat saya sangat bangga. Mereka datang jauh jauh hanya untuk memeriahkan acara Anniversary Mogen ini. Yang penting buat kami adalah kebersamaan”, ungkap Amre.

Ia pun menjelaskan kalau Lombok Mogen terbuka untuk semua komunitas fotografy, karena Mogen terbentuk dengan berbasis kekeluargaan. Hal ini membuat kegiatan memotret tidak pernah menjadi beban, bahkan saat mereka mengikuti hunting ataupun kompetisi. Kedekatan di antara para fotografer dan model membuat Mogen seolah jadi rumah kedua mereka.

Dan dalam event Anniversary Mogen Ke-6 ini, selain ajang kumpul sambil hunting bareng, juga diramaikan dengan penampilan memukau FDJ Keysha Chou yang sengaja di datangkan untuk menghibur peserta.

Acara kemudian di lanjutkan dengan pembagian doorprize dari berbagai sponsor yang mendukung penyelenggaraan event tersebut.

Adapun sponsor sponsor yang mendukung kegiatan Anniversary Mogen itu di antaranya: Lintasntb, SKI, NewsMetropol, Mogen Coffe Shop,Forbiddenya Coffee & Resto, Sriwijaya Camera, Golden Palace, CGV Mataram, Ibs Consultan, Febby Salon, Melta Salon, Jajanan Pasar Mbak Buch.

“Terimakasih atas dukungan semua sponsor yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan Anniversary Mogen Ke-6, dan terimakasih juga atas kehadiran rekan rekan fotograger dan model”, ungkapnya.

Yang juga menggembirakan buat para penggiat adalah, karena kegiatan fotografy turut mempromosikan pariwisata di Nusa Tenggara Barat. Sekalipun tanpa dukungan dari pemerintah Kabupaten maupun Provinsi sangat minim, tapi fotografy ini tetap eksis di lapangan.

“Kegiatan-kegiatan fotografy ini sangat bagus karena secara tidak langsung mempromosikan fariwisata yang ada di Lombok khususnya dan NTB pada umumnya. Namun sayang sekali, hal ini tidak menjadi perhatian pemerintah daerah”, tegasnya. (Iba)