Lolos dari penguji dan promotor UNJ, Raihan Anwar resmi sandang gelar Doktor

Lolos dari penguji dan promotor UNJ, Raihan Anwar resmi sandang gelar DoktorReviewed by adminon.This Is Article AboutLolos dari penguji dan promotor UNJ, Raihan Anwar resmi sandang gelar DoktorMataram (Detikntbcom),- Di tengah kesibukan menjadi anggota DPRD NTB yang begitu padat, Raihan Anwar dengan gigih mampu mempertahan disertasinya di hadapan para penguji dan promotor. Sebanyak 6 dari 7 penguji dan promotor termasuk di antaranya Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Raihan Anwar pada, Jumat (14/11) sore resmi menyandang gelar Doktor, sebuah gelar akademik tertinggi dalam […]
Dr. Raihan Anwar, M.Si saat menggelar sidang terbuka oleh sejumlah penguji dan promotor UN melalui webinar dan resmi menyandang gelar Doktor (Ist)

Mataram (Detikntbcom),- Di tengah kesibukan menjadi anggota DPRD NTB yang begitu padat, Raihan Anwar dengan gigih mampu mempertahan disertasinya di hadapan para penguji dan promotor. Sebanyak 6 dari 7 penguji dan promotor termasuk di antaranya Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Raihan Anwar pada, Jumat (14/11) sore resmi menyandang gelar Doktor, sebuah gelar akademik tertinggi dalam pendidikan formal.

Dr. Raihan Anwar, M.Si merupakan mahasiswa Pascasarjana UNJ angkatan tahun 2011 mengambil tema disertasinya yaitu ‘Pengangkatan Jabatan Pimpinan: Study pada Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat’.

Menurut Raihan, menjadi fokus penelitiannya adalah pada pengangkatan ASN. Dimensi yang diukur atau unsur-unsurnya yaitu meneliti tentang merit sistem dalam manajemen organisasi pemerintah daerah, manajemen SDM, Kompetensi, Manajemen Talenta serta dimensi lain mengenai kearifan lokal dan intervensi politik.

“Merit sistem ini adalah sebuah konsep. Ya katakanlah sederhananya itu adalah pertimbangan di dalam pengangkatan jabatan itu berdasarkan keahlian, tidak berdasarkan faktor-faktor primordial, like and this like, atau spoin sistem,” papar Raihan.

Pria kelahiran Bima ini mengakui ada sejumlah perbaikan di dalam disertasi tersebut. Karena katanya disertasi yang dibuat mempunyai kelemahan yang harus disempurnakan terutama sekali pada model yang dikembangkan itu belum dideskripsikan secara baik dan itu akuinya hanya karena kendala teknis bukan karena kekurangan di dalam konsepsi disertasinya.

“Semua sebetulnya sudah ada di dalam konten disertasi itu. Tetapi ketika menggambarkan model itu, unsur-unsurnya masih belum mampu menjelaskan secara lebih terang. terutama sekali mengenai model tadi belum dibuatkan skema yang lebih jelas sehingga menggambarkan makna-makna yang lebih komperhensif ketika mau diimplementasikan, di situ yang paling utama. Kemudian yang lain-lain juga beberapa hal yang bersifatnya teknis, penulisan perlu dicek kembali. Kalau konsepnya, saya kira sudah tidak ada masalah dari promotor maupun dari para penguji nilainya udah dibacakan tadi,” ungkapnya.

Raihan berharap, disertasi tersebut bisa dijadikan sebagai acuan pemerintah Provinsi dalam mengembangkan sumber daya aparatur terutama dalam hal pengangkatan jabatan pimpinan, baik itu jabatan pimpinan tinggi, terutama jabatan pimpinan tinggi pratama, maupun jabatan administrator dan pengawas.

Sementara itu, ia mengungkapkan nilai yang didapatkan sangat memuaskan dengan IPK 3,85. Namun tidak bisa memperoleh cumlaude karena sudah angkatan lama atau sudah 10 tahun kuliah.

Tidak lupa, Raihan mendorong anak-anak muda untuk terus belajar dan semangat mengembangkan diri. Sebab katanya menuntut ilmu itu tidak mengenal usia dan terlambat. “Sesungguhnya dalam hidup kita ini berada dalam kerangka life long education (belajar seumur hidup),” ucapnya.

Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pihak terutama kepada almamaternya, Ketua atau Kordinator Program Study Ilmu Manajemen UNJ Prof. Dr. Hamidah, juga kepada promotornya Prof. Dr. Mukhlis, kemudian Prof. Dr. Wibowo Elfil dan seluruh pihak yang terlibat dalam membantu baik langsung dan tidak langsung dalam penyusunan disertai tersebut hingga selesai.

“Tentu juga kepada istri tercinta Halima dan anak-anak saya Rafika Az-Zahra dan Zaki Al-Mumtaz juga Kepada ibu saya Siti Hajjah Gamala yang selalu berdo’a tidak ada henti-hentinya,” tutupnya. (Iba)