Launcing Sekolah Perjumpaan Dapat Apresiasi Gubernur NTB

Launcing Sekolah Perjumpaan Dapat Apresiasi Gubernur NTBReviewed by adminon.This Is Article AboutLauncing Sekolah Perjumpaan Dapat Apresiasi Gubernur NTBMataram-Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH. Muhammad Zainul Majdi (TGB) hadir menyampaikan sambutan dan memukul gendang beleq sebagai tanda launching Sekolah Perjumpaan sebagai tanda bahwa Yayasan Pembelajaran Gelar Hidup telah resmi melaunching konsep Sekolah Perjumpaan di Islamic Center, Mataram, NTB, jum’at (12/15). TGB memberi apresiasi tinggi pada konsep sekaligus kegiatan launching Sekolah Perjumpaan yang di inisiatori […]
Foto : Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH. Muhammad Zainul Majdi (TGB) saat memberi sambutan

Mataram-Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH. Muhammad Zainul Majdi (TGB) hadir menyampaikan sambutan dan memukul gendang beleq sebagai tanda launching Sekolah Perjumpaan sebagai tanda bahwa Yayasan Pembelajaran Gelar Hidup telah resmi melaunching konsep Sekolah Perjumpaan di Islamic Center, Mataram, NTB, jum’at (12/15).

TGB memberi apresiasi tinggi pada konsep sekaligus kegiatan launching Sekolah Perjumpaan yang di inisiatori oleh Dosen Universitas Mataram Dr. Husni Muadz dan Yayasan Pembelajaran Gelar Hidup yang di pimpin Ahmad Zuhairi tersebut.

“Sekolah perjumpaan sangat relevan dengan kondisi kekinian dan ini harus diteruskan,” ungkap TGB dalam sambutannya.

TGB juga akan menerapkan konsep sekolah perjumpaan dalam aktifitas birokrasi di NTB terutama dilingkungan pemerintahan provinsi yang dipimpinnya.

“Konsep ini sangat baik diterapkan dalam birokrasi di NTB,” lanjut Gubernur muda ini.

Sementara Inisiator Sekolah Perjumpaan Dr. Husni Muadz mengharapkan konsep yang ia bangun bersama banyak pihak dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Semoga bermanfaat bagi masyarakat” jelas Husni yang juga merupakan Ketua Dewan Pakar PB NW.

Sekolah perjumpaan telah berlangsung sekitar 2 tahun terakhir, sampai sekarang telah membina komunitas formal maupun non formal seperti sekolah, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, kelompok masyarakat di 52 titik di pulau lombok serta 1 titik di Kabupaten Bima dan akan terus melakukan ekspansi keseluruh NTB sampai seluruh Indonesia.

Kedepan Sekolah perjumpaan digadangkan dapat menjawab persoalan sosial yang kerap terjadi dimasyarakat, hal itu ditandai dengan selalu disuportnya konsep Sekolah Perjumpaan oleh Bakesbangpoldagri NTB. (ak)