Kornas KOHATI Gelar Workshop Enterpreneur Muslimah, Yuk Simak Isinya!

Kornas KOHATI Gelar Workshop Enterpreneur Muslimah, Yuk Simak Isinya!Reviewed by adminon.This Is Article AboutKornas KOHATI Gelar Workshop Enterpreneur Muslimah, Yuk Simak Isinya!Jakarta,- Bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, Koodinator Nasional Korps HMI Wati (Kornas Kohati) periode 2018–2020 menggelar Workshop Kewirausahaan Muslimah yang dilanjutkan dengan buka bersama kader, Pengurus dan Alumni Kohati. Menurut Kornas Kohati Apri Hardiyanti bahwa kegiatan tersebut sebagai bentuk aksi nyata pengurus dalam melihat fenomena milenial dan pangsa pasar yang banyak melibatkan pengguna internet terutama […]
Foto : Narasumber, Pengurus Kornas Kohati dan peserta Workshop

Jakarta,- Bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, Koodinator Nasional Korps HMI Wati (Kornas Kohati) periode 2018–2020 menggelar Workshop Kewirausahaan Muslimah yang dilanjutkan dengan buka bersama kader, Pengurus dan Alumni Kohati.

Menurut Kornas Kohati Apri Hardiyanti bahwa kegiatan tersebut sebagai bentuk aksi nyata pengurus dalam melihat fenomena milenial dan pangsa pasar yang banyak melibatkan pengguna internet terutama kaum hawa.

“Berdasarkan survey We Are Social 2017, pengguna internet di Indonesia mencapai 132,7 juta. Dimana Indonesia menduduki peringkat pertama yang disusul oleh Filipina dan Meksiko”. Terang perempuan berparas cantik asal Tulang Bawang ini seperti releas yang diterima detikntb.com, Sabtu (02/06) sore.

Meningkatnya jumlah pemilik smartphone dan pengguna internet di Indonesia sebesar 91% dari populasi penduduk Indonesia tambahnya, memunculkan perubahan pola perilaku masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli.

“Fenomena ini tentu memunculkan peluang bisnis baru sebagai akibat dari disruptive technology, hal inilah yang coba dibidik oleh Kornas Kohati, khususnya dalam bidang kewirausahaan yang menggerakkan kaum Muslimah”, tambah perempuan berhijab cantik ini.

Workshop Kewirausahaan Muslimah tersebut menghadirkan tiga narasumber yaitu Cholil Hasan, SE., MBA., (Wakil Ketua Majelis Ekonomi Syarikat Islam), Siti Darmalisa, SE., (CEO Nazila Hijab dan alumni Kohati), serta Riris Setio Rini (Motivator, Penulis, dan CEO dari Risemodesty dan Risemask) serta dimoderatori oleh Kartika Ari Susanti (Ketua Bidang Reset dan Intelektual KORNAS KOHATI).

Motivator, Penulis, dan CEO dari Risemodesty dan Risemask Riris Setio Rini salah satu pembicara dalam workshop tersebut menyampaikan bahwa untuk memulai bisnis dibutuhkan keberanian.

“Untuk memulai bisnis yang paling penting adalah keberanian, tahu mau bisnis apa, ngerti pangsa pasar yang akan disasar, tahu supplier base dan customer base, serta yang terpenting adalah trus”. Ucap Rini memberikan semangat peserta workshop.

Sementara Wakil Ketua Majelis Ekonomi Syarikat Islam Cholil Hasan, SE., MBA menjelaskan bahwa bisnis sendiri terbagi menjadi dua yaitu Small Business Enterprises (SMEs) atau UKM dan Innovative Driven Enterprises atau lebih dikenal dengan sebutan Industri Kreatif.

“Ekonomi Indonesia ini harus berkembang, salah satu yang penting adalah wanita harus mempunyai peran dalam pertumbuhan ekonomi nasional”, jelasnya.

Di era digital atau e-commerce ini tambahnya, mempengaruhi tiga hal yaitu jasa keuangan (FinTech), Media, dan Marketplace. Untuk bisa survive di era digital saat ini.

Siti Darmalisa, SE merupakan CEO dari Nazila Hijab ini menunjukkan contoh nyata bagaimana berbisnis gamis syar’i yang menyasar kalangan menengah ke atas dengan tetap menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga.

“Yang penting adalah niat yang lurus dan tulus dalam berbisnis, semangat dalam mencari ilmu dan otot berbaginya harus kuat”, pembukaan yang berapi-api dari seorang Siti Darmalisa petang kemarin.

Bisnis Nazila Hijab ini katanya sudah digeluti sejak 3 tahun dengan omset 60–100 juta/bulan dengan 50 orang tim. Walaupun demikian, omset tersebut masih kecil dibandingkan dengan temannya yang bisa mencapai ratusan juta per bulan.

Bisnis online yang menyasar kelas menengah keatas tentu bukan secara instan didapatkan, melainkan membutuhkan ketekunan dan ilmu dalam menjalankan bisnis ini.

“Don’t find costumer for your product, but find product for your customer, serta berjualanlah pada tempatnya”, pungkasnya.

(IBA)