Ketum DPD harap Musycab ke-XIV PC IMM Bima jadi momen silaturahmi intelektual

Ketum DPD harap Musycab ke-XIV PC IMM Bima jadi momen silaturahmi intelektualReviewed by adminon.This Is Article AboutKetum DPD harap Musycab ke-XIV PC IMM Bima jadi momen silaturahmi intelektualBima (Detikntbcom),- Dalam pelaksanaan Musycab Ke-XIV PC IMM Bima yang Digelar Paruga Na’e Kota Bima, (16/01), Ketua Umum DPD IMM NTB, Miftahul Khair dan Rombongan ikut Mengawal dan Menyukseskan Perhelatan Pergantian Kepengurusan 1 kali setahun. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah adalah organisasi islam moderen yang saat ini sudah berumur 57 Tahun. Itu artinya keberadaan IMM baik di […]
Ketua Umum DPD IMM NTB, Miftahul Khair

Bima (Detikntbcom),- Dalam pelaksanaan Musycab Ke-XIV PC IMM Bima yang Digelar Paruga Na’e Kota Bima, (16/01), Ketua Umum DPD IMM NTB, Miftahul Khair dan Rombongan ikut Mengawal dan Menyukseskan Perhelatan Pergantian Kepengurusan 1 kali setahun.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah adalah organisasi islam moderen yang saat ini sudah berumur 57 Tahun. Itu artinya keberadaan IMM baik di bangsa dan negara, terlebih ditengah masyarakat luas sudah cukup lama dan kini Keberadaan IMM selalu dirindukan.

“Ketika kita melacak sejarah awal lahirnya IMM, maka kita pasti akan temukan bahwa ada dua problema besar yang mendorong IMM lahir. Pertama problem kebangsaan disertai dengan keumatan yang lemah dan terpuruk, kedua problem internal persyarikatan Muhammadiyah,” ungkap Ketua Umum DPP IMM, Miftahul Khair.

Namun yang menarik dijadikan Refleksi, lanjut Mifta, adalah problem kebangsaan dan keumatan, karena keberadaan IMM sejak ia lahir sampai saat ini IMM tidak pernah mau melepaskan diri dari kepentingan umat.

“Sejak IMM dideklarasikan 14 Maret 1964 sampai saat ini, orientasi besarnya IMM adalah melahirkan akademisi islam yang berakhlak mulia sehingga tercapainya Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” tutur ketum DPD IMM ini.

Hal ini juga termaktub dalam enam penegasan IMM poin ke-6, tambah Mifta, bahwa segala urusan IMM dijalankan lillahitaala karena Allah SWT, dan dihibahkan atas kepentingan umat, Oleh karenanya janji IMM bahwa segala bentuk ketidakadilan, Kesewenang-wenangan terhadap rakyat adalah musuh besar bagi IMM.

“Dan hal itu perlu untuk kita lawan, disamping itu IMM hadir sebagai corong Liberasi (pembebasan) untuk Anak muda yang mana dengan nilai kompetensi serta tri logi yang dimiliki IMM diharapkan terlahirlah anak muda yang dalam secara Intelektualnya, kuat secara religiusitasnya, serta matang humanitasnya,” tegasnya.

Maka melalui momentum lanjut mifta, Musycab Ke-XIV yang di selenggarakan oleh PC IMM Bima ini dengan Tema ‘Tajdid Kepemimpinan’ Harapanya dapatlah memperbaharui gerakan kepemimpinan IMM kedepannya, melalui polarisasi kegiatan-kegiatan yang mendukung lahirnya SDM kader yang unggul dan berkualitas, serta dapat berhitmat untuk daerah dan masyarakat luas.

Harapannya Musycab ini menjadi momentum silaturahmi intelektual yang dapat merekomendasikan ide-Ide besar untuk perbaikan umat dan daerah Kedepanya. Besar harapannya, lahirlah pemimpin-pemimpin yang produktif dan mencerahkan sehingga dibawah kepemimpinannya IMM sebagai organisasi kepemudaan dan islam, secara eksistensinya dirasakan oleh masyarakat luas.

“IMM tidak boleh lagi menutup diri, sudah saatnya IMM membuka diri dan membumikan gerakannya karena keberadaan IMM sangat dirindukan,” tuturnya.

“Saya berharap kedepan IMM terus tumbuh dan mampu membuka diri dengan semua pihak, bersama OKP, Pemerintah, Polri, TNI, Tokoh Masyarakat, Adat, Budaya, untuk menyatukan gagasan, memperbaharuai gerakan serta menyelamatkan generasi dari keterbelakangan, karena yang demikiaan bisa dilaksanakan apabila kita bisa bersama-sama,” pungkasnya. (Iba)