HMI Minta Kapolri Tegas Terhadap Maklumatnya, Copot Wakapolri

HMI Minta Kapolri Tegas Terhadap Maklumatnya, Copot WakapolriReviewed by adminon.This Is Article AboutHMI Minta Kapolri Tegas Terhadap Maklumatnya, Copot WakapolriMataram (DetikNTB.Com),- Badan Koordinasi HMI Nusa Tenggara (Basko HMI Nusra) menyayangkan sikap Kompol Fahrul Sudiana yang mengadakan acara resepsi pernikahan di tengah pandemi Covid-19 dengan tidak memperhatikan maklumat Kapolri beberapa hari yang lalu tentang pencegahan penyebaran virus mematikan tersebut. Hal itu disampaikan Ketua Umum Badko HMI Nusra melalui Kabid Hukum dan HAM, Imam Wahyudin. Imam […]
Ketua Umum Badko HMI Nusra Bidang Hukum dan HAM, Imam Wahyudin (kiri berkerah putih) bersama PJ Ketua Umum PB HMI, Arya Karisma (Istimewa)

Mataram (DetikNTB.Com),- Badan Koordinasi HMI Nusa Tenggara (Basko HMI Nusra) menyayangkan sikap Kompol Fahrul Sudiana yang mengadakan acara resepsi pernikahan di tengah pandemi Covid-19 dengan tidak memperhatikan maklumat Kapolri beberapa hari yang lalu tentang pencegahan penyebaran virus mematikan tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Badko HMI Nusra melalui Kabid Hukum dan HAM, Imam Wahyudin.

Imam mengatakan, komitmen sebagai sebuah institusi kepolisian dalam mencegah penyebaran Covid-19 ternyata tidak dipatuhi oleh oknum anggota kepolisian itu sendiri.

Resepsi yang berlangsung meriah itu dilaksanakan setelah terbit maklumat Kapolri tentang penanganan Virus Corona.

“Sebagai penegak hukum mestinya acara resepsi yang mengumpulkan massa yang banyak itu tidak dilakukan, karena itu bertentangan dengan maklumat Kapolri,” uka Imam, Minggu (5/4) malam di Mataram.

Dalam poin 2 maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020 kata Imam, salah satunya untuk tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, salah satunya adalah resepsi keluarga.

Selain itu, Imam Wahyudin juga menyayangkan kehadiran Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono di acara yang berlangsung 21 Maret di Hotel Mulia itu.

“Mestinya sebagai pejabat tinggi Polri, Komjen Pol Gatot Edy Pramono harus melarang anggotanya yang mengadakan acara resepsi itu, tapi ini justru beliau sendiri hadir dan memeriahkannya,” jelas Imam.

Pihaknya menilai, perhelatan resepsi dan kehadiran Wakapolri sebagai pejabat tinggi Polri adalah bentuk ketidak-patuhannya dalam menjalankan maklumat Kapolri dan akan menjadi contoh buruk bagi masyarakat Indonesia.

“Bagaimana masyarakat bisa mematuhi maklumat Kapolri sementara Oknum anggota Polri sendiri melanggar, padahal penyelenggaraan resepsi pernikahan di masyarakat jelas tidak dapat dilakukan dan bahkan beberapa yang menunda dan ada juga yang dibubarkan oleh Polri,” sesalnya.

Selain itu imam wahyudin juga meminta agar pihak kepolisian memproses hukum oknum Polri dan meminta Wakapolri juga ikut bertanggungjawab.

“Kami minta kepada Kapolri untuk menindak tegas oknum Polri sesuai dengan aturan yang berlaku, bila perlu Wakapolri juga dicopot dari jabatannya,” tegas Imam. (Iba)