Detik NTB

Berita Nusa Tenggara Barat

Breaking News

Gelar UKW, AMSI NTB lahirkan 23 wartawan muda dan satu utama

Mataram (Detikntbcom),- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah NTB berhasil menyelenggarakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) terhadap puluhan Wartawan dari sejumlah media yang tergabung dalam AMSI NTB.

Sebanyak 23 orang wartawan mengikuti jenjang Muda, dan 1 orang wartawan jenjang Utama mendapatkan predikat kompeten setelah mengikuti UKW dari Solopos Institute, salah satu lembaga sertifikasi profesi yang direkomendasi oleh Dewan Pers.

Kegiatan UKW yang dilaksanakan selama dua hari ini berjalan cukup padat, menjalankan 12 sesi yang menjadi standar UKW. Seluruh peserta melalui 12 sesi yang menegangkan tersebut diuji oleh 4 orang penguji dari Solopos Institute, Minggu (6/12/2020) di Mataram.

Seluruh peserta ini kemudian akan dicatat dan dipublikasikan oleh Dewan Pers dalam website resmi Dewan Pers sebagai wartawan yang kompeten.

“Jadi setelah kami simpulkan semua, Alhamdulillah hasilnya semua berkompeten,” ujar salah satu penguji, Syifaul Arifin disambut tepuk tangan meriah dari para peserta.

Meski menegangkan, para jurnalis terlihat menjalani ujian dengan gembira. Dewi, jurnalis Bukadikit.co mengaku senang dan bersyukur bisa mengikuti seluruh rangkaian acara.

“Cukup menegangkan, tapi saya bersyukur banyak tambahan wawasan dan ilmu yang saya dapatkan selama mengikuti UKW ini,” ujar dara cantik kelahiran Lombok Utara ini.

Hal senada diutarakan oleh Rony Yulto dari HarianNusa.com. Menurut pria berkulit sawo matang ini, UKW penting dilaksanakan agar para jurnalis yang ada di NTB memenuhi standar kompetensi yang telah ditetapkan.

“Jurnalis memiliki peran yang penting. Ada standar kompetensi yang ditetapkan Dewan Pers. Ya kita harus bisa memenuhi standar itu untuk menjadi jurnalis yang profesional. Selain cakap dan terampil dalam membuat berita, ada kode etik yang harus dipatuhi dan dilaksanakan,” tegasnya. (Iba)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *