Gelar Job Fair, 15 Perusahaan di Lobar Diserbu Pencari Kerja

Gelar Job Fair, 15 Perusahaan di Lobar Diserbu Pencari KerjaReviewed by adminon.This Is Article AboutGelar Job Fair, 15 Perusahaan di Lobar Diserbu Pencari KerjaLombok Barat (DetikNTB.com),- Ratusan warga pencari kerja berdesakan menyerbu stand. Tujuan mereka untuk mencari lowongan kesempatan kerja yang cocok. Sebanyak 15 perusahaan penyedia lowongan kerja sudah siap mempasilitasi. Para pencari kerja ini merasa terbantu dengan gelaran pesta lowongan kerja ‘Job Fair’ yang digelar Dinas Tenaga Kerja Lombok Barat, Rabu (28/8). Kepala Dinas Tenaga Kerja dan […]

Lombok Barat (DetikNTB.com),- Ratusan warga pencari kerja berdesakan menyerbu stand. Tujuan mereka untuk mencari lowongan kesempatan kerja yang cocok. Sebanyak 15 perusahaan penyedia lowongan kerja sudah siap mempasilitasi.

Para pencari kerja ini merasa terbantu dengan gelaran pesta lowongan kerja ‘Job Fair’ yang digelar Dinas Tenaga Kerja Lombok Barat, Rabu (28/8).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lombok Barat, Rusditah melaporkan, pelaksanaan job fair Kabupaten Lombok Barat tahun 2019 ini diikuti oleh 15 perusahaan, 5 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), dan 3 Balai Latihan Kerja (BLK). Salah satu BLK ini adalah BLK Bandung-Jawa Barat.

“Hajat dari Job Fair ini untuk memenuhi target indikator pemerintah Kabupaten Lombok Barat, baik dalam jangka waktu tahunan maupun lima tahun,” papar Rusditah dihadapan Bupati Lombok Barat, Kadisnakertrans NTB, Pejabat BP3TKI NTB, Pejabat BPJS Ketenagakerjaan NTB, Wakil Ketua DPRD, Kepala OPD Lingkup Pemkab Lombok Barat serta para perusahaan pelakasana job fair Lombok Barat tahun 2019.

Menurut Rusditah, kegiatan ini sebagai salah satu langkah untuk menurunkan angka penganguran terbuka (APT) yang berada pada angka 3,38 persen. Selanjutnya, partisipasi angkatan kerja berada pada angka 68,2 persen. APT ini kata Rusditah, setiap tahun ditargetkan turun lebih banyak lagi, sehingga pihaknya bisa mencapai angka yang lebih ideal.

“Kita berharap, angka pengangguran terbuka ini bisa kita minimalisir, paling tidak zero pengangguran terbuka,” harap mantan Camat Lingsar ini.

Rusditah menambahkan, kaitannya dengan partisipasi angkatan kerja. Dengan berkurangnya penganguran, maka partisipasi angkatan kerja akan lebih terbuka. Langkah ini, kata dia, tidak akan bisa jalan tanpa adanya dukungan semua pihak melalui sejumlah kegiatan nyata.

Disnakertrans Lombok Barat telah mencoba melakukan kerjasama dengan beberapa seperti BLK Bekasi, BLK Bandung, BLK Lombok Timur dan sejumlh BLK yang hadir dalam Job Fair ini.

“Khusus untuk BLK Bandung, akan merekrut sepuluh calon peserta pelatihan untuk otomotof dan manufaktur,” sebut Rusditah seraya menyebut ada 3 LPK untuk magang ke Jepang dan Jerman.

Langkah ini sebagai upaya untuk mengurangi angka pengangguran dan peningkatan partisipasi angkatan kerja.

Di tempat yang sama, Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid menyatakan apresiasi yang tinggi kepada Disnakertras Lombok Barat. Karena telah menyelengarakan kegiatan job fair ini. Bupati mengaku, selama ini, Pemkab Lombok Barat tahun 2014 silam mulai menggelar job fair. Menyusul tahun 2016 digelar juga, tapi diinisiasi oleh pihak swasta.

“Tahun 2019 ini saya apresiasi kepada keluarga besar Disnakertras Lombok Barat. Dan saya berharap, kegiatan ini jangan untuk yang terakhir, harus diprogram tiap tahun,” pinta bupati.

Dikaitkan dengan angkatan kerja, bupati menyebut, angka pengangguran berada pada angka 3,28 persen, bahkan naik mencapai 3,3 persen lebih. Dimungkinkan, kenaikan ini dipengruhi oleh faktor krisis yang secara rata-rata provinsi dan nasional, angka pengangguran Lombok Barat naik 0,2 persen. Dengan naiknya angka pengangguran ini, maka bupati sangat berterima kasih atas digelarnya kegiatan job fair ini.

Bupati juga berharap, masyarakat jangan hanya dalam konteks mencari lowongn kerja, tetapi bisa menyediakan lapangan kerja, minimal untuk dirinya sendiri. Untuk itu lanjut bupati, pemda bersama DPRD banyak menyiapkan bantuan dengan tujuan untuk penciptaan lapangan pekerjaan. Bantuan angaran ini menurut bupati, jangan begitu menerima bantuan lalu prosesnya selesai, tapi setiap program harus ada tindak lanjutnya.

Terlepas dari pengakuan bupati, ada ungkapan testimoni yang disampikan oleh sejumlah pencari lowongan kerja. Semisal Syamsul Bahri. Pemuda asal Desa Terong Tawah kecamatan Labuapi ini mengaku, merasa terbantu dengan gelaran job fair ini. Melalui job fair ini, kata dia, bisa memilih dan memilah lapangan kerja yang sesuai dengan skill.

“Info job fair ini saya dapat dari medsos, untuk itu kegiatan ini sangat bagus, berkesempatan untuk mendapatkan pekerjaan,” aku Syamsul Bahri seraya serius menulis data yang harus diisi dalam form yang disiapkan perusahaan.(Iba)