Dr Hermawan Saputra di Mata Para Sahabatnya

Dr Hermawan Saputra di Mata Para SahabatnyaReviewed by adminon.This Is Article AboutDr Hermawan Saputra di Mata Para SahabatnyaJakarta (DetikNTB.com),- Menulis tentang sosok inspiratif itu menarik dan sangat bermanfaat bagi generasi penerus karena di dalamnya mengandung pengalaman dan pelajaran yang positif. Ada beberapa sosok inspiratif Bima dianggap layak untuk ditulis, antara lain: Dr. Anwar Usman, Prof. Dr. Hamdan Zoelva, Prof. Dr. Aisyah H. Kara, Dr. Arsyad Gani, Dr. Syarifuddin Jurdi, Dr. Muhammad Firmansyah, […]
Foto: Dr. Hermawan Saputra pemilik PTQ Depok tempat Syamsuri Firdaus juara MTQ Internasional di Turky belajar Alqur'an

Jakarta (DetikNTB.com),- Menulis tentang sosok inspiratif itu menarik dan sangat bermanfaat bagi generasi penerus karena di dalamnya mengandung pengalaman dan pelajaran yang positif. Ada beberapa sosok inspiratif Bima dianggap layak untuk ditulis, antara lain: Dr. Anwar Usman, Prof. Dr. Hamdan Zoelva, Prof. Dr. Aisyah H. Kara, Dr. Arsyad Gani, Dr. Syarifuddin Jurdi, Dr. Muhammad Firmansyah, Dr. Abdul Wahid, Dr. Ibnu Khaldun, Dr Syamsuriansyah, Qori Internasional Syamsuri Firdaus, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE., dan Dr. Hermawan Saputra serta sejulmah tokoh lainnya.

Dari sejumlah tokoh yang disebutkan itu, penulis tertarik pada sosok muda potensial yang dikenal santun dan bijak yakni Dr. Hermawan Saputra, SKM.,Mars di mata para sahabatnya. Ketika kita mendengar dan mengucapkan kata Sahabat, maka imajinasi kita mengarah pada prasa ‘Sahabat Rasulullah’.

Pada suatu ketika saya pernah mendengar Dr Hermawan Saputra berbicara dihadapan para sahabat mudanya tentang pentingnya generasi muda untuk belajar meneladani Rasulullah dan para sahabatnya dalam berjuang meraih kekuasaan politik demi  mewujudkan peradaban dan misi kerasulannya.

Katanya, bahwa substansi dalam perjuangan politik itu adalah bagaimana kita memiliki semangat atau spirit seperti yang ditunjukkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya dalam membangun peradaban di kota Madinah Al Munawarah. Sejatinya, bahwa misi kepemimpinan dalam membangun Kabupaten Bima adalah harus terinspirasi dari cara Rasulullah membangun Kota Madinah.

“Saya mulai mencari tahu tentang beliau lewat sahabat-sahabatnya, keluarganya, dan orang-orang yang pernah dekat dengannya. Beberapa sahabat beliau, antara lain: Asrul Raman, M.Si, Agus Mawardin, M.Sc, Muhammad Amin, M.Pd, Ahmad Yasin, M.Q, Taman Firdaus, M.Pd, Muhammad Fitrah, M.Pd,” terang sahabatnya.

Dr. Hermawan Saputra adalah seorang akademisi yang sukses. Menyelesaikan studi Doktornya pada usia 28 Tahun di Universitas Indonesia dalam bidang Kesehatan Masyarakat, bekerja sebagai dosen di almamaternya, menjadi Ketua Program Studi Pascasarjana di UHAMKA Jakarta, menjadi manajer salah satu rumah sakit di Jakarta, menjadi konsultan rumah sakit, biasa menjadi penceramah/khatib, menjadi narasumber pada seminar nasional dan Internasional, menjadi staf Ahli pada Kemendes RI, pernah menjadi staff Ahli DPR RI dalam melahirkan UU Kesehatan, dan terbaru menjadi Caleg DPR RI dari Partai PKS. Beliau dekat dengan Gubernur NTB, Bupati Bima, Tokoh masyarakat, para akademisi, dan beberapa aktivis. Beliau juga dipercaya sebagai ketua kerukunan keluarga Sape-Lambu Jakarta.

Beliau juga memiliki banyak sahabat, katanya, memiliki seorang musuh terlalu banyak dan memiliki seribu sahabat terlalu sedikit. Di antara para sahabatnya, seperti Asrul Raman, M.Si, Agus Mawardin, M.Sc, dan Dr Muhammad Hasyim Bima, pernah  mengungkapkan kepada saya, bahwa mereka bertiga pernah dibantu begitu luar biasa urgensinya oleh Dr. Hermawn Saputra ketika ‘terdampar’ di Kota Depok setelah terkendala melanjutkan studi ke Prancis tahun 2013/2014.

Atas jasa baik beliau, sahabat-sahabat dekat saya ini mendapatkan pekerjaan yang layak, yakni sebagai Manajer Keuangan Rumah Sakit di Jakarta Timur hingga sekarang, sebagai Manajer SDM di rumah sakit yang sama, dan CDr Hasyim menjadi Dosen pada salah satu perguruan tinggi di Jakarta, bahkan telah mendapat hadiah Umrah Gratis dari kampus tempatnya mengabdi.

Pada Sumber yang dapat dipercaya, bahwa beliau mendirikan Pondok Tahfiz Quran di Depok Jawa Barat bersama ustadz Ahmad Yasin Imam Masjid Universitas Indonesia asal desa Bolo Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima. PTQ ini adalah tempat Syamsuri Firdaus mondok untuk belajar, melatih, menghafal, dan mengaji sebelum mengikuti MTQ Internasional di Turki yang mengantarkanya sebagai sang juara yang membanggakan masyarakat Indonesias dan masyarakat Mbojo pada khususnya. Dr Hermawan Saputra merupakan konseptor yang memberikan gasasan dan konsep manajemen dalam membangun PTQ hingga bisa maju seperti sekarang dengan memiliki sekitar 700 orang santri.

Bapak Dr Hermawan Saputra memiliki kepedulian yang tinggi untuk mensupport dan membantu generasi muda agar menjadi generasi yang sukses dan berguna bagi agama, bangsa dan Negara. Jika suatu saat ditakdirkan untuk menjadi pemimpin daerah Kabupaten Bima, maka beliau memiliki mimpi dan konsep untuk mendirikan “Rumah Sakit Modern”, ‘Perguruan Tinggi Modern’ ‘Pusat Pendidikan Agama Islam Modern’, “Laboraturium Kepemimpinan” atau ‘Leadership Center’, ‘Perpustakaan Literasi’, ‘Bazda Modern’, dan “Dewan Riset & Kajian Daerah”. Dewan Riset dan Kajian Daerah ini adalah sebuah wadah tempat berkumpulnya para pakar, akademisi, dan para pemerhati untuk membantu mensukseskan pembangunan daerah yang berbasis riset, teknologi, dan ilmu pengetahuan. (Iba)