Detik NTB

Berita Nusa Tenggara Barat

Breaking News

Do’a Guru Li Honorer K2 Dompu Warnai Demo Depan DPRD Dompu

Dompu-Massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAK) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dompu, (Kamis, 14/12/2017).

Aksi ini mendesak Institusi Penegak Hukum Kepolisian Daerah (Kapolda) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB untuk segera tuntaskan penanganan kasus CPNS K2 Dompu.

Massa Aksi menyampaikan bahwa kesalahan yang dilakukan oleh Tersangka Bupati Dompu selaku pejabat Pembina kepegawaian daerah adalah telah mengangkat dan menandatangani SK CPNS K2 sebanyak 134 TMK, walaupun sebelumnya telah mengetahui 134 CPNS tidak layak menjadi CPNS K2 Daerah dan itu dibuktikan dengan surat menerima dan menyetujui laporan Tim Verifikasi dan validasi bernomor : 810/17/TIM/2014 tanggal 10 Mei 2014, pengangkatan tersebut sebagai dasar dari kerugian Negara sesuai hitungan BPKP NTB selaku lembaga yang berwenang.

Lebih lanjut massa aksi menyatakan bahwa perbuatan Bupati Dompu dapat dinilai sebagai perbuatan melawan hukum yang telah menguntungkan diri sendiri dan kelompoknya, dengan memanfaatkan jabatan, kewenangan dan kesempataan sarana yang ada padanya sehingga telah merugikan keuangan Negara.

Sontak aksi tersebut dihebohkan dengan adanya salah satu korban K2 Dompu yang biasa disapa Guru Li.

Korban kasus K2 Dompu itu tampak berdiri seketika langsung mengambil pengeras suara dan melakukan orasi.

Dalam orasinya Guru Li menyampaikan bahwa Kasus K2 Dompu merupakan kejahatan kemanusiaan. Maka dari itu kami meminta kepada Aparat penegak hukum untuk segera menuntaskan kasus tersebut dan mengeksekusi para tersangka.

Tidak hanya berorasi, Ia pun melantunkan Do’a dan Dzikir. Jika kasus ini mandek ditengah jalan, maka ia meminta kepada Tuhan agar menurunkan bala tentaranya membalas kedzaliman yang terjadi di negeri ini.

Orasinya yang terdengar lucu itu, membuat massa aksi dan sejumlah orang yang menyaksikan demonstrasi tersebut tidak mampu menahan tawa. 51

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *