Canang Program 100 Hari Kerja, Kuripan Induk Gagas Seabrek Misi

Canang Program 100 Hari Kerja, Kuripan Induk Gagas Seabrek Misi
Foto: Kades Kuripan Induk Hasbi Bersama Istri dan Anak Tercinta

Lombok Barat,- Sejak resmi dilantik serentak hari lalu sebagai Kepala Desa Kuripan periode 2019-2025. Seorang Hasbi aktivitis LSM ini, ternyata memiliki seabrek mimpi untuk membawa perubahan baru dalam meningkatkan beragam pembangunan.

Menjawab realita kebutuhan masyarakat, dirinya telah menyiapkan program 100 hari kerja. Hal ini akan diwujudkannya melalui program prioritasnya yakni, membenahi kantor desa untuk memberikan kenyamanan pelayanan bagi publik. Selain itu, pihaknya fokus membenahi infrastruktur lokasi wisata di desa setempat untuk lebih menghidupkan perekonomian warga sekitar. Untuk mendukung pengembangan parwisata ini, pihaknya sudah membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa.

Hasbi yang dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, dalam program 100 kerjanya setelah dilantik pihaknya akan membenahi dan merombak kantor desa yang sudah didesain khusus bentuk dan model yang kekinian, layaknya menyuguhkan pelayanan publik yang indah dan nyaman.

”Desa Kuripan ini kan sudah punya anak dan cucu. Anaknya kuripan utara dan selatan, sampai melahirkan cucu giri sasak dan kuripan timur. Kita kalah dengan desa desa baru pemekaran pembangunan kantornya. Itu menjadi mimpi saya,” akunya.

Keinginannya membenahi kantor bukan tanpa dasar, pasalnya kondisi kantor yang kurang refresentatif untuk melayani masyarakat. Pihaknya akan merombak kantor desa dengan konsep modern dan tradsional agar pelayanan publik ke masyarakat bagus. “Kantor desa ini seperti model bencingah mini, dibagian depan sebagai simbol sasak desa kuripan Induk,” ujarnya.

Gagasan lain lanjut Hasbi, pihaknya akan fokus mengembangkan potensi wisata. Hal ini tengah dilakoni yakni membuat Jembatan Pelangi secara swadaya. Plening bersama jajaran pemerintah desa yaitu merehab akses jalan sepanjang 100 meter menuju lokasi wisata tersebut. Kemudian akan merabat akses jalan dengan lebar 2 meter, untuk memudahkan pengunjung. Dan akses jalan ini juga bisa memudahkan umat hindu ke pura yang ada di lokasi setempat karena telah lama diidamkan oleh warga agar segera dibangun.

“Insya Allah ditahun ini kita bangun dengan dana Rp 180 juta,” jelasnya.

Lebih jauh Hasbi menuturkan, dalam rangka mendukung pariwisata tersebut perlu ada kondusifitas dan keamanan desa. Untuk itu pihaknya akan membetuk badan keamanan desa (BMD).

“Pasti kita bentuk BMD. Setelah ini terbentuk barulah disentuh gapura di masing-masing dusun,” ujarnya.

Menurutnya, dia saat ini ada program di Kemenpar yang bisa diakses. Apalagi di daerah itu sudah jadi tempat wisata Gunung Sasak yang sudah dibangun pemda. Sebab jika dibangdingkan desa lain, justru jauh lebih bagus dan berpotensi wisata di desanya. Sehingga potensi wisata kita harus dikembangkan.

“Progres ini bisa menjadi tumbuh kembang bagi potensi eskonomi lokal kita, termausk income desa,” urainya optimis.

Tidak hanya itu, Bumdes juga penting untuk didorong, sehingga pengembangan unit usaha pariwisata tersebut berjalan. “Ini salah satu cara untuk bangun ekonomi masyarakat,” paparnya.

Terkait DD dan ADD ungkap Hasbi, menjadi target penting, melakukan terobosan dalam menjemput program pusat. Langkah ini sangat penting, karena jikalau hanya mengandalkan ADD dan DD tidak cukup untuk pengembangan parwisata dan sektor lain di desa.

“Kita tidak cukup membangun desa kuripan dengan 9 dusun hanya mengandalkan ADD dan DD, tapi ada program provinsi dan pusat, kabupaten dan tak terlepas rekan-rekan DPRD, dan harus ditarget,” pungkasnya. (W@N)