Bupati Dompu Dinilai Gagal Kelola Birokrasi

Bupati Dompu Dinilai Gagal Kelola BirokrasiReviewed by adminon.This Is Article AboutBupati Dompu Dinilai Gagal Kelola BirokrasiDompu-Belum didefinitifkannya sebagian besar jabatan di struktur Pemerintah Kabupaten Dompu hingga detik ini mengundang kritik tajam dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari pentolan Aktivis 98, Dedi Kusnadi SE. Ia menilai Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin telah gagal menata birokrasi dalam pemerintahannya. Sejak dilakukan proses promosi dan mutasi terakhir 2016 lalu, sampai hari ini […]
Foto : Dedi Kusnadi, SE. Pemerhati Kebijakan Daerah

Dompu-Belum didefinitifkannya sebagian besar jabatan di struktur Pemerintah Kabupaten Dompu hingga detik ini mengundang kritik tajam dari berbagai kalangan.

Salah satunya datang dari pentolan Aktivis 98, Dedi Kusnadi SE. Ia menilai Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin telah gagal menata birokrasi dalam pemerintahannya.

Sejak dilakukan proses promosi dan mutasi terakhir 2016 lalu, sampai hari ini ada sekitar 14 eselon II, 35 esolon III, dan 107 eselon IV yang masih lowong dan belum didefinitifkan. Hal itu akan memberikan dampak buruk pada tata kelola pemerintahan yakni tidak maksimalnya pelayanan publik oleh SKPD kepada masyarakat. Selain itu, juga akan berpengaruh pada postur APBD 2017/2018.

“Jabatan-jabatan itu harus segera didefinitifkan agar tidak menjadi preseden buruk bagi tata kelola Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu” Kata Dedi Kusnadi Saat dihubungi DetikNTB via telepon seluler, Jum’at (8/12).

Dedi Kusnadi sangat menyayangkan atas sikap Bupati Dompu dan beberapa pembantu-pembantu Bupati yang tidak mampu memberikan masukan dan tela’ahan yang baik kepada Bupati.

“Kira-kira apa pertimbangan Bupati dan apa kerjanya Sekda, Kepala BKD dan Asisten III?” tanya Dedi Kusnadi.

Tidak dipungkiri, kesuksesan program jagung yang menjadi unggulannya kini telah mendunia. Bahkan Bupati Dompu dikultuskan sebagai “profesor jagung”. Namun menurut Dedi Kusnadi, Pemerintah Kabupaten Dompu tidak melulu mengurusi program jagung. Masih banyak sektor-sektor lain, seperti pendidikan dan kesehatan yang juga membutuhkan perhatian.

“Kalau dibandingkan dengan prestasi jagung yang telah mendunia. Kok ngurus pegawai tidak mampu” pungkasnya.

Sementara itu, Kabag. Humas Setda Dompu, Ardiansyah, SE. yang berhasil dihubungi detikNTB.com tidak membantah apa yang menjadi kritikan dari berbagai pihak. Dia juga mengungkapkan bahwa upaya pengisian jabatan lowong di beberapa SKPD sekarang tengah diproses oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Dompu.

“Saat ini sedang diurus oleh BKD” tegas Ardiansyah.

Pemerintah tetap berkomitmen untuk mengisi jabatan-jabatan lowong tersebut. Untuk jabatan Eselon II, Ardiansyah mengaku pihak Pemkab. Dompu sudah mengajukan Panitia Seleksi (Pansel) ke BKD, tinggal menunggu prosesnya. Selanjutnya, untuk jabatan eselon III dan IV itu merupakan kewenangan Bupati melalui Badan Pertimbangan Jabatan dan kepangkatan (baperjakat).

Munculnya kritikan dari masyarakat terkait persoalan ini, Ardiansyah tetap menerimanya sebagai masukan untuk Pemerinta Kabupaten Dompu. Dan Ia berjanji akan menyampaikannya kepada Bupati. (51)