Atlet Diangkat Jadi Honorer, Tapi Gaji Tidak Dibayar Alias PHP

Atlet Diangkat Jadi Honorer, Tapi Gaji Tidak Dibayar Alias PHPReviewed by adminon.This Is Article AboutAtlet Diangkat Jadi Honorer, Tapi Gaji Tidak Dibayar Alias PHPDompu-Sukses membawa prestasi dan nama baik Kabupaten Dompu di Pekan Olah Raga Provinsi NTB 2014 lalu, menjadikan 19 atlet berprestasi mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Dompu. Apreasiasi yang diberikan kepada peraih medali emas, salah satunya berupa masuk sebagai tenaga Honorer Daerah di Pemerintah kabupaten Dompu. Namun sayangnya, setelah resmi diangkat sebagai tenaga honorer Daerah melalui […]
Foto : Abdul Hamid Faudin (tengah jaket merah), Atlet peraih medali emas cabang Olah Raga pencak silat bersama rekan-rekan Atlet

Dompu-Sukses membawa prestasi dan nama baik Kabupaten Dompu di Pekan Olah Raga Provinsi NTB 2014 lalu, menjadikan 19 atlet berprestasi mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Dompu.

Apreasiasi yang diberikan kepada peraih medali emas, salah satunya berupa masuk sebagai tenaga Honorer Daerah di Pemerintah kabupaten Dompu.

Namun sayangnya, setelah resmi diangkat sebagai tenaga honorer Daerah melalui SK Bupati sejak 2015 lalu, beberapa atlet hingga kini belum merasakan uang gaji yang menjadi haknya.

Salah satunya, Abdul Hamid Faudin. Atlet peraih medali emas cabang olah raga pencak silat ini mengaku jika sampai detik ini belum menerima pembayaran gaji sebagai tenaga honorer Daerah.

“Sejak 1 April 2015 sampai saat ini tidak pernah sekalipun menikmati gaji” ungkap Udin (sapaan akrab Abdul Hamid Faudin) saat dihubungi detikNTB via telpon seluler, kamis (30/11).

Baca : Tuntut Gaji, Ratusan Guru Honorer Datangi DPRD Dompu

Udin menjelaskan, Ia bersama dua orang rekannya, Junaidi dari Cabor boxer dan Yus Muliyadin Cabor panjat tebing mendapatkan SK Honda dan ditempatkan di Dinas Dikpora Kabupaten Dompu.

Pada tahun pertama Udin masih memaklumi walaupun tidak mendapatkan gaji. Dirinya tetap bersyukur, yang penting ada SK untuk kelanjutan nasibnya. Memasuki tahun 2016 Akhir, Udin tetap dijanjikan gaji. Namun, hasilnya tetap nihil.

“Hanya beberapa Atlet yang berasal dari Instansi Pemda yang mendapatkan gaji dan kami merasa ini tidak adil karena notabene kami sama-sama Atlet berprestasi” keluh Udin.

Sampai perpanjangan SK kontrak Daerah, Anggaran tahun 2017 saat ini, Udin dan dua orang rekannya tidak mendapatkan kejelasan atas nasibnya.

“Kami selalu mendatangi bendahara Keuangan dan Kasi Keuangan Dikpora, tetapi tidak bisa dipastikan upaya apa yang dapat dilakukan guna membayar gaji kami” terang Udin.

Baca : Kasus CPNS K2 Belum Selesai, Kini Muncul Kasus Guru Honorer Baru

Padahal menurutnya, dalam butiran SK yang diterima sudah jelas disebutkan bahwa sumber pembiayaan dibayar melalui APBD.

“Kami sering mendengar bahwa anggaran untuk SK 2015 tidak diusulkan, tapi kenapa sebagian dari SK 2015 (SK) Atlet yang berasal dari Instansi terpilih saja yang mendapatkan Honor. Apakah itu SK bodong?” tanya Udin.

Untuk menjawab persoalan ini, dirinya pernah diarahkan untuk menghadap dan mengadukannya ke Sekda Dompu. Setelah berhasil bertemu Sekda, bukan jawaban yang ia terima, justru persoalan itu dilempar kembali ke pimpinan instansi tempatnya bernaung.

“Kami berharap semua pihak menjadikan masalah ini sebagai prioritas untuk segera diselesaikan. Karena ini menyangkut masa depan kami” tutupnya. (46)