Anak petani asal Bima raih beasiswa hingga doktor dari Gunadarma

Anak petani asal Bima raih beasiswa hingga doktor dari GunadarmaReviewed by adminon.This Is Article AboutAnak petani asal Bima raih beasiswa hingga doktor dari GunadarmaJakarta (Detikntbcom),- Namanya Aris Ardiansyah, remaja kelahiran Ngali-Bima pada 13 Agustus 2002 lalu ini langsung bersujud syukur setelah mendapatkan informasi bahwa dirinya lulus untuk memperoleh beasiswa penuh angkatan 2020 dari Universitas Gunadarma-Jakarta. Aris, begitu akrab disapa teman-temannya, merupakan salah satu orang yang sangat beruntung. Ia bersaing dengan ratusan siswa berprestasi lainnya yang berasal dari berbagai […]
Aris Ardiansyah, remaja kelahiran Ngali-Bima mendapat beasiswa hingga doktor di kampus Universitas Gunadarma

Jakarta (Detikntbcom),- Namanya Aris Ardiansyah, remaja kelahiran Ngali-Bima pada 13 Agustus 2002 lalu ini langsung bersujud syukur setelah mendapatkan informasi bahwa dirinya lulus untuk memperoleh beasiswa penuh angkatan 2020 dari Universitas Gunadarma-Jakarta.

Aris, begitu akrab disapa teman-temannya, merupakan salah satu orang yang sangat beruntung. Ia bersaing dengan ratusan siswa berprestasi lainnya yang berasal dari berbagai sekolah unggulan di Indonesia, namun ia yakin dengan do’a orang tuanya dapat berhasil.

“Terima kasih kepada nenek, kakek saya dan seluruh keluarga yang telah mendoakan saya sehingga saya bisa sampai di titik ini,” ujarnya seperti press rilis diterima media ini, Jumat (2/10) di Jakarta.

Benar saja, dengan ijin Allah ia diterima untuk memperoleh beasiswa dari S1, yang jika ia memenuhi sarat-sarat tertentu nantinya akan melanjutkan hingga S3. Ini merupakan beasiswa penuh yang diberikan oleh Universitas Gunadarma setiap tahunnya kepada siswa-siswa berprestasi di sekolahnya, dari Sabang sampai Merauke.

“Sempat saya berpikir, barangkali saya hanya menjadi petani bawang di sawah yang tidak memiliki cita-cita dan impian, tapi masya allah hari ini Saya sama sekali tidak pernah menyangka mendapatkan beasiswa Ekonomi Syariah Gunadarma di tengah pandemi ini, banyak orang yang menginginkannya tapi belum diberi kesempatan oleh Allah,” syukurnya.

Aris merupakan anak petani, karena ketidakmampuan ekonomi kedua orang tuanya, sejak berumur dua bulan ia dititipkan dan dibesarkan oleh kakeknya M. Thalib dan nenek Siti Asiah di kampung, desa ngali, kecamatan belo, kabupaten Bima-NTB.

Di bawah asuhan kakek dan neneknya yang juga seorang petani itulah, Aris meneguhkan tekad untuk tetap bisa melanjutkan sekolah sampai ke perguruan tinggi. Karena menurutnya, pemuda haruslah mempunyai cita-cita tinggi supaya hidupnya berarti.

“Apabila cita-cita tercapai, terutama di hari tuanya, dia akan menekun melihat anak tangga yang dilaluinya dahulu dengan tersenyum,” terangnya mengutip Buya Hamka. (Iba)